bendera-al-hashd-al-shaabi2Qayyarah, LiputanIslam.com –  Memasuki hari kedua partisipasi dalam operasi pembebasan kota Mosul, Irak utara, pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi terlibat pertempuran sengit melawan para kombatan teroris takfiri ISIS di barat daya Mosul, Minggu (30/10/2016). Pasukan ini menyatakan juga akan memburu ISIS hingga ke wilayah Suriah.

al-Hashd al-Shaabi melancarkan operasi untuk membebaskan kota Tal Afar dan untuk memutus jalur-jalur suplai ISIS antara Mosul dan Raqqah yang menjadi markas besar ISIS di Suriah.

“Operasi ini bertujuan memutus suplai antara Mosul dan Raqqah, memperketat kepungan terhadap ISIS di Mosul, dan membebaskan Tal Afar,” ungkap Ahmad al-Asari, juru bicara al-Hashd al-Shaabi.

Dia juga menyebutkan bahwa operasi yang dimulai Sabtu (30/10/2016) itu juga bertujuan membebaskan kota Hatra dan Tal Abta.

Tal Afar merupakan kota kecil yang mayoritas penduduknya bersuku Turkmen dan bermazhab Syiah.

Di hari pertama operasinya, pasukan relawan ini berhasil membebaskan kawasan seluas 244 km persegi dari cengkraman ISIS serta mengepung kawanan teroris ini di beberapa desa. Sejauh ini mereka telah mencapai desa Amraini yang berjarak 45 km dari pusat kota Tal Afar.

Gerak maju pasukan Irak di berbagai arah menuju Mosul dilaporkan lebih lancar bersamaan dengan terjunnya al-Hashd al-Shaabi ke medan laga.bendera-al-hashd-al-shaabi

Sebelumnya, selama 10 hari pasukan relawan ini hanya membuka jalur-jalur akses menuju kawasan di Barat Mosul karena ISIS di kota ini sudah terkepung di semua arah kecuali kawasan barat yang mengarah ke perbatasan Suriah.

Di tengah kekuatiran berbagai pihak, termasuk Turki, terhadap masuknya al-Hashd Shaabi yang mayoritas anggotanya bermazhab Syiah ke Mosul yang mayoritas penduduknya bermazhab Sunni, al-Asadi kemarin juga memastikan pihaknya tidak ikut menyerbu masuk ke Mosul, sesuai keputusan Perdana Menteri Irak Haeder Abadi.

“Haeder Abadi selaku panglima tertinggi angkatan bersenjata telah melimpahkan kepada pasukan rakyat untuk menjalankan misi besar berupa pemutusan jalur suplai teroris ISIS dan pengepungan terhadap mereka. Sebagian teroris sedang melintas dari Raqqah di Suriah menuju Mosul di Irak, yang menurut kami teroris ini tak ada bedanya (dengan ISIS), dan kami berusaha memutus jalur perhubungan mereka,” kata al-Asadi.

Dia menambahkan bahwa perlu waktu satu minggu untuk melakukan penyisiran dan mengamankan jalur-jalur menuju Tal Afar dari bahan-bahan peledak dan ranjau-ranjau yang dipasang ISIS.

Sebelumnya dia pernah mengatakan bahwa pihaknya juga akan berjuang menumpas ISIS di wilayah Suriah.

“Kami juga memburu kelompok teroris ISIS di dalam wilayah Suriah,” tegasnya. (mm/raialyoum/aljazeera/irna)

DISKUSI:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL