relawan hasyd sakbi irakBaghdad, LiputanIslam.com – Pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi yang dibantu tentara Irak berhasil membebaskan gedung administrasi kota Baiji, provinsi Salahuddin (Saladin) dari pendudukan pasukan teroris takfiri ISIS, Minggu (30/8).

Demikian dinyatakan oleh sumber-sumber Irak yang dilansir Russia Today sembari menyebutkan bahwa relawan dan tentara Irak terus bergerak maju di sebagian kawasan Baiji yang masih diduduki ISIS.

Kota Baiji sudah sekian lama menjadi ajang pertempuran sengit antara pasukan Irak dan pasukan teroris ISIS, dan sering kali berpindah tangan antara kedua pihak. Kota ini menjadi kawasan yang mati-matian diperebutkan oleh kedua pihak karena selain terdapat kilang minyak terbesar di Irak juga menjadi jalur penghubung ISIS di provinsi Nineveh dan ISIS di provinsi Anbar.

Laporan lain dari Alalam menyebutkan pasukan gabungan Irak berhasil membebaskan Petroleum Institute yang berada di dalam komplek penyulingan minyak Baiji dari tangan kawanan ISIS, namun pertempuran juga masih terus berkepanjangan dan masih bertebaran pula bom-bom yang belum dijinakkan.

Alalam juga memberitakan bahwa pasukan Irak juga telah menguasai kawasan sekitar Ramadi dan masih terus mengepung kota ini secara total dari berbagai arah. Pengepungan ketat terjadi setelah berlangsung pertempuran yang membuat kawanan ISIS terhalau dari kawasan Hasibah timur.

Sementara itu, seorang petinggi militer Irak di Salahudin kepada Rai al-Youm menyatakan ISIS telah membakar tiga sumur minyak di lapangan minyak Alas di pegunungan Hamrain di sebelah timur Tikrit.

“Terbakarnya sumur-sumur minyak ini menimbulkan kepulan asap tebal di angkasa kawasan sekitar, yang terlihat hingga sejarak beberapa kilometer, dan bahkan juga terlihat di selatan Samarra.

Lapangan minyak Alas berada di bagian tengah pegunungan Hamrin, dan dewasa ini di sana belum ada kegiatan eksplorasi minyak.
Maret lalu pasukan militer Irak berhasil menguasai beberapa bagian kawasan sumur-sumur minyak itu, namun masih ada beberapa sumur minyak yang masih diduduki ISIS.

Pasukan Irak juga berhasil merebut kembali lapangan minyak Ajil, 35 km utara distrik al-Elm, yang memproduksi minyak sebanyak 35,000 barel/hari.

Cadangan minyak di dua lapangan minyak ini diperkirakan sebesar tiga milyar barel.
Badan Intelijen Jerman belum lama ini menyatakan bahwa ISIS membakari sumur-sumur minyak karena merasa tidak akan bisa bertahan lama menguasai kawasan tersebut.

200 Teroris ISIS Tewas di Samarra

Komandan Angkatan Darat Irak Brigjen Jalal Taufik, sebagaimana dilaporkan al-Youm7 dan Arabi21, menyatakan sebanyak 200 anggota ISIS terbunuh diterjang operasi militer Irak di barat kota Samarra, provinsi Salahuddin. Selain itu, 16 anggota ISIS, beberapa di antaranya warga negara Yordania dan negara-negara Asia, juga berhasil diringkus.

“Operasi ini juga menyebabkan bahwa tempat persembunyian, senjata dan gudang amunisi ISIS hancur, dan beberapa pucuk senjata dan amunisi berhasil disita,” lanjutnya.

Dia juga mengatakan bahwa teroris ISIS di sekitar Samarra juga diburu dengan serangan udara.
“Kami tidak akan pernah membiarkan kota Samarra terancam serangan ISIS,” tandasnya.

43 Teroris Tewas di Anbar

Komite keamanan daerah Khalidiyah, provinsi Anbar, Irak barat, Minggu (30/8) menyatakan sebanyak 43 teroris takfiri ISIS tewas akibat serangan udara terhadap sebuah rumah yang menjadi tempat persembunyian mereka.

“Berbekal informasi akurat dari pihak intelijen, pasukan udara menggempur sebuah bangunan di kawasan Juwaibah yang sering menjadi tempat penyelenggaran rapat kawanan ISIS. Akibatnya, 43 teroris ISIS tewas, beberapa di antara warga Arab asing yang berstatus komandan,” ujar Ibrahim al-Fahdawi, kepala komite tersebut.

Sejak beberapa waktu lalu pasukan Irak melancarkan operasi pembebasan beberapa kawasan yang masih dikuasai kawanan teroris takfiri ISIS di provinsi Anbar.

ISIS Eksekusi 20 Anggotanya

Kantor berita Yordania melaporkan pernyataan seorang pejabat kepolisian Mosul bahwa Sabtu lalu (29/8) ISIS telah mengeksekusi 20 anggotanya sendiri karena desersi dan tidak mematuhi instruksi ISIS di Mosul, 405 km utara Baghdad.

“ISIS telah mengeksekusi 15 anggotanya dengan tuduhan kabur dari medan pertempuran di kawasan al-Khazir, dan lima anggota lainnya karena telah menyerang Abu Abdul Majid al-Afri, wali (gubernur ISIS) di Mosul,” katanya.

Dia menambahkan, “Spirit para anggota ISIS banyak menurun akibat kondisi internal kelompok ini dan karena tidak disukai warga Irak di Mosul.”
Berbagai laporan sebelumnya menyebutkan bahwa anggota ISIS di Irak maupun Suriah semakin banyak yang mengalami tekanan jiwa dan bahkan ada yang bunuh diri akibat maraknya kekerasan antaranggota ISIS sendiri bersamaan dengan adanya kemajuan-kemajuan signifikan pasukan Irak di beberapa kawasan. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL