irak hadi alamiriBaghdad, LiputanIslam.com – Kedatangan pasukan Turki ke Irak dengan dalih demi melatih pasukan Kurdistan Irak melawan ISIS ternyata justru memanaskan hubungan kedua negara karena pasukan itu datang tanpa persetujuan dari pemerintah Baghdad sehingga dinilai melanggar kedaulatan nasional Irak.

Komandan pasukan relawan Irak al-Hasdh al-Shaabi, Hadi al-Amiri, mengancam jika Turki tidak menarik pasukannya dari wilayah utara Irak maka pasukan relawan akan menyerang pasukan Turki.

Sebagaimana dilansir Emirates24, al-Amiri yang juga menjabat Sekjen organisasi relawan Badr menegaskan kepada para komandan pasukan relawan lainnya yang tergabung dalam al-Hashd al-Shaabi bahwa misi mereka setelah pembebasan kota Ramadi dari pendudukan kawanan teroris ISIS ialah melawan dan mengusir pasukan militer Turki di provinsi Nineveh di bagian utara Irak.

Dalam sidang para komandan faksi-faksi relawan bersenjata mantan menteri transportasi Irak mengatakan, “Turki telah menerobos perbatasan Irak dengan menggunakan jet tempur dan tank serta mengirim pasukan keamanannya. Jika mereka tidak keluar dari wilayah Irak maka kita akan melawan mereka.”

Sementara itu surat kabar Okaz, Arab Saudi, melansir pernyataan al-Amiri bahwa pemerintah Irak dalam sebuah statemennya menegaskan jika pasukan Turki tidak angkat kaki dari Irak maka Irak akan menyerang mereka dengan menggunakan jet tempur F-16.

Menurut Okaz, al-Amiri juga memberi tenggat waktu sampai awal pekan depan kepada pasukan Turki supaya hengkang dari wilayah Irak, karena jika tidak maka pasukan Irak akan melancarkan operasi khusus untuk menyerang mereka.

Jumat pekan lalu Turki mengirim 1200 personil pasukan serta 15 unit tank dan beberapa mobil lapis baja ke ke kawasan Baashiqa dekat Mosul, ibu kota provinsi Nineveh. Hal ini segera mengundang reaksi kecaman dari berbagai pihak di Irak.

Menurut laporan Irna, masyarakat Irak di berbagai provinsi negara ini, termasuk Baghdad, mulai tergerak untuk melakukan aksi boikot produk Turki. Di banyak toko terlihat para pemiliknya memajang tulisan imbauan supaya tidak membeli produk-produk Turki.

Meskipun Turki beralasan datang demi memerangi ISIS, namun masyarakat Irak menilai alasan itu omong kosong karena Turki justru terindisi kuat sebagai penyokong kelompok-kelompok teroris, (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL