Mosul, LiputanIslam.com –  Bagian timur kota Mosul, Irak utara, sudah berulangkali dinyatakan bebas dari pendudukan kelompok teroris ISIS. Sekarang pasukan Irak sedang bersiap-siap melanjutkan serangan terhadap bagian barat kota kedua paling padat penduduk di Irak ini.

Jenderal Abdul Amir Rashid Yarallah, panglima operasi pembebasan Mosul bersandi “Qadimun Nainawa” (Kami Datang, Nineveh, mengatakan, “Pasukan relawan al-Hashd al-Shaabi siap untuk operasi selama dua atau tiga hari mendatang guna mendukung operasi pembebasan sisi barat Sungai Tigris.”

Para pejabat Irak Senin lalu (22/1/2017) menyatakan Mosul timur sudah bebas dari ISIS setelah terjadi pertempuran selama 100 hari.

Hari itu pula PBB mengingatkan bahwa di bagian barat Mosul yang diduduki ISIS masih tinggal warga sipil sebanyak 750,000 jiwa sehingga pertempuran jelas dapat mencelakakan jiwa mereka.

Komisiris Tinggi PBB untuk Pengungsi Filippo Grandi dalam sebuah statemennya mengatakan, “Kami lega banyak penduduk di bagian timur Mosul sudah dapat tinggal di rumah mereka… Kami berharap diambil tindakan-tindakan yang semuanya adalah demi melindungi ratusan ribu warga di bagian barat kota ini… Kami mengetahui bahwa mereka sangat terancam bahaya dan kami kuatir terhadap jiwa mereka.”

Mosul dibelah oleh Sungai Tigris menjadi dua bagian barat dan timur. Penduduk di bagian baratnya lebih banyak daripada di bagian timur, sementara semua jembatan yang menghubungkan dua bagian ini rusak berat hingga tak dapat dipakai lagi.

Wartawan lokal menyebar kabar di medsos bahwa Perdana Menteri Irak Haider Abadi berkunjung ke Mosul timur, Selasa, tapi pihak Abadi sendiri belum berkomentar apapun mengenai kabar ini. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL