Situasi di Gaza

Situasi di Gaza

GazaCity, LiputanIslam.com – Lembaga internasional Shelter Cluster menyatakan bahwa rekonstruksi untuk kerusakan yang terjadi di Jalur Gaza akibat serangan militer Israel selama 51 hari memerlukan waktu 20 tahun, demikian dilaporkan Associated Press, Sabtu (30/8).

Sedangkan mengenai biaya rekonstruksi, berdasarkan taksiran beberapa pejabat Palestina, Shelter Cluster menyebutkan angka lebih dari 6 milyar Dolar Amerika Serikat.

Menurut lembaga ini, proses rekonstruksi Jalu Gaza yang dihuni oleh 1,8 juta penduduk itu juga masih harus menghadapi kendala pembatasan dari Mesir dan Israel yang menerapkan blokade Gaza sejak tahun 2007, apalagi Israel mengklaim bahwa material bangunan yang masuk berpotensi digunakan oleh para pejuang Palestina untuk membuat rudal dan memperkuat terowongan yang mereka gunakan untuk menyerang pasukan Israel.

Shelter Cluster menjelaskan bahwa serangan Israel ke Jalur Gaza telah menghancurkan dan merusak 17,000 unit rumah, padahal di wilayah ini juga masih ada sekitar 5,000 rumah yang masih memerlukan rekonstruksi akibat serangan Israel yang terjadi di masa lalu. Di sampaing itu, di Gaza juga diperlukan 75,000 unit rumah baru.

Lembaga ini menyatakan bahwa perkiraan jangka waktu 20 tahun itu didasarkan pada kapasitas jalur utara antara Israel dan Jalur Gaza yang hanya bisa dilalui 100 unit truk pengangkut material bangunan perhari.

Shelter Cluster adalah lembaga yang bekerja di bawah administrasi bersama Lembaga Urusan Pengungsi PBB (UNHCR) dan Lembaga Palang Merah Internasional. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL