Riyadh, LiputanIslam.com – Ketua Institut Eropa untuk Hukum Internasional Dr. Mahmoud Refaat mengaku mendapat keterangan dari sumber khusus mengenai adanya gelombang penangkapan baru yang menyasar sekira 30 perempuan yang terdiri atas istri para pangeran dan pengusaha yang ditahan di Hotel Ritz Carlton, Riyadh.

Melalui halaman Twitter resminya, Jumat (17/11/2017), dia mencuit; “Baru-baru ini di Saudi telah ditangkap sekira 30 perempuan istri para pangeran dan pengusaha yang ditahan di Hotel Ritz, termasuk lebih dari 20 perempuan klan Al-Saud, serta anak-anak kecil usia 15-16 tahun, sementara istri (janda mendiang) Raja Abdullah, istri Pangeran Nayef, dan istri Pangeran Fahd Bin Abdulaziz sudah ditahan sejak beberapa waktu lalu.”

Refaat menyatakan bahwa informasi yang sampai kepadanya menyebutkan bahwa proses penangkapan kaum perempuan itu telah direkam dan hasilnya diduga digunakan untuk menekan tahanan di Hotel Ritz Carlton.

Dia juga menyebutkan bahwa para petugas dari Uni Emirat Arab (UEA) dilibatkan dalam penyidikan kaum perempuan itu.

“Sampai sekarang belum pasti apakah mereka sudah disidik dan direkam untuk memberikan tekanan lebih besar, tapi Emirat yang para petugasnya menyidik para tahanan Ritz adalah pihak yang juga menangani semua perkara terhadap istri-istri mereka,” tulis Refaat.

Terakhir Refaat yang berprofesi sebagai pengacara berdarah Mesir di Paris, ibu kota Perancis, mengingatkan Raja Saudi Salman Bin Abdulaziz, “Peringatan penting dan wajib; Jika Raja Salman tidak bergerak pada jam-jam mendatang dan membiarkan Mohammad Bin Salman melepaskan tangan Abu Dhabi terhadap kaum perempuan Saudi maka mereka (UEA) akan berbuat terhadap kaum perempuan Saudi dan lain-lain seperti mereka berbuat terhadap tahanan perempuan UEA.”

Dia menambahkan, “Kamu (Raja Salman) mengetahui persis bahwa mereka menelanjangi perempuan, merekam perempuan-perempuan telanjang, dan ada perempuan yang bahkan sampai bunuh diri.”

Pada 8 November lalu tersiar kabar bahwa otoritas Saudi telah menahan Reem puteri Pangeran Waleed Bin Talal. Waleed sendiri merupakan satu di antara puluhan pangeran, menteri, dan mantan pejabat yang ditahan dengan tuduhan korupsi dan penyalahgunaan wewenang.  Dengan demikian Reem menjadi wanita pertama yang ditahan di Saudi dalam gelombang penangkapan dengan dalih pemberantasan korupsi yang terjadi belakangan ini. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL