Hassan-RouhaniTeheran, LiputanIslam.com – Presiden Iran Hassan Rouhani  menyatakan negara republik Islam ini serius berkomitmen pada perjanjian nuklir yang dijalinnya dengan enam negara terkemuka dunia, termasuk Amerika Serikat (AS), dan karena itu jika perjanjian justru dilanggar oleh pihak lawan maka reaksi Teheran akan tegas dan sengit.

“Kita serius menghendaki pelaksanaan perjanjian nuklir, tapi reaksi kami akan sengit dalam menghapi pelanggaran atau penguluran waktu untuk pelaksanaannya,” ujar Rouhani, Minggu (4/12/2016).

Dia mengingatkan bahwa jangan sampai ada pelanggaran karena “laporan Badan Energo Atom Internasional (IAEA) telah mengkonfirmasikan konsistensi Iran pada perjanjian nuklirnya.”

Mengenai keputusan Majelis Senat AS yang memperpanjang masa sanksi terhadap Iran, Rouhani menegaskan, “Kami tidak akan melanggar perjanjian nuklir, sebagaimana kami juga tidak akan tahan jika perjanjian dilanggar pihak lain, dan kami akan bereaksi tegas terhadap pelanggaran ini.”

“Presiden incumbent  AS harus mencegah pelaksanaan keputusan ini, dan jika keputusan itu dijalankan maka reaksi kami akan keras,” tegasnya.

Majelis Senat AS belakangan ini menyetujui perpanjangan  selama 10 tahun lagi saksi terhadap Iran. Keputusan  ini telah dikirim ke Gedung Putih untuk ditandatangani oleh Presiden AS Barack Obama. (mm/isna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL