natal palestina

Perayaan Natal di Manger Square, Bethlehem.

Bethlehem, LiputanIslam.com – Ribuan umat Kristiani Palestina bersama umat Kristiani lainnya dari berbagai penjuru dunia Rabu (24/12) berkumpul di kota Bethlehem, Tepi Barat, untuk menandai perayaan Natal di lokasi yang diyakini sebagai tempat kelahiran Isa al-Masih as.

Perayaan ini menemukan puncaknya pada pertengahan malam Misa di Gereja Nativity. Sebagaimana dilaporkan Alalam, hadir pula dalam acara puncak ini Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Dengan penampilan sederhana, pemimpin tertinggi Katolik Roman di tanah suci umat Kristiani tersebut, Patriark Fouad Twal, menyerukan kepada umat Yahudi, Muslim dan Kristen agar “hidup berdampingan sebagai sesama dengan saling menghormati”.

Sebelumnya, ratusan peziarah Gereja Nativity telah berkumpul di Manger Square untuk menyaksikan prosesi yang dipimpin Patriark Twal.
Twal berharap tahun 2015 menjadi tahun yang lebih baik daripada tahun 2014 yang dinilainya sebagai tahun yang berat dan penuh kesulitan akibat kesewenang-wenangan Israel.

“Saya berharap tahun depan tidak ada lagi tombok pemisah, dan kami berharap kita akan memiliki jembatan perdamaian,” ungkapnya, sebagaimana dikutip BBC. Dia menambahkan bahwa perdamaian hanya akan memancar dari keadilan.

Twal juga meminta umat Kristiani tidak melupakan 19,000 kepala keluarga Palestina di Jalur Gaza yang telah kehilangan tempat tinggal akibat serangan Israel selama 51 hari pada Juli hingga Agustus lalu. Dia juga mengimbau umat Kristiani menaruh rasa peduli kepada nasib rakyat Suriah dan Irak yang dilanda perang dan berjuang melawan kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Sehari sebelumnya, umat Kristiani Palestina melakukan aksi protes dengan mengenakan pakaian Santa Claus di Bethlehem serta membagi-bagikan bingkisan Natal kepada anak-anak kecil di gerbang kota.palestina natal-tentara isral

Aksi protes itu dilakukan secara damai, namun berakhir dengan bentrokan antara pemrotes dan tentara Israel.

“Tentara dan Polisi Perbatasan Israel menyerang para demonstran dengan granad air mata dengan tujuan memukul mereka, atau menyerang secara membabi buta,” ungkap kelompok HAM Israel, B’Tselem, sebagaimana dikutip Alarabiya.

Sekitar 50,000 umat Kristen Palestina, termasuk 17,000 Katolik, hidup berdampingan secara rukun dan damai dengan umat Muslim di Tepi Barat dan Jalur Gaza. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL