Arbil, LiputanIslam.com –   Pembebasan kota Raqqa, Suriah utara, oleh Pasukan Demokrasi Suriah dukungan Amerika Serikat (AS) dari pendudukan kelompok teroris ISIS mengundang kontroversi mengenai keberadaan gembong ISIS Abu Bakar al-Baghdadi.

Beberapa waktu lalu Moskow menyatakan pihaknya menduga kuat al-Baghdadi tewas terkena serangan angkatan udara Rusia di Raqqa, tapi bulan lalu ISIS memubliklasi rekaman suara yang yang menepis kabar kematian al-Baghdadi.

Sumber-sumber intelijen menyebutkan al-Baghdadi selalu bergerak berpindah tempat setelah SDF menguasai Raqqa, menurut laporan koran Inggris, Daily Star.

Lahur Talabany, direktur sebuah badan keamanan dan informasi wilayah otonomi Kurdistan Irak, mengatakan, “Pada akhirnya dia akan terbunuh atau tertangkap, tak mungkin dia bisa bersembunyi untuk selamanya.” Namun Talibani menilai tidak tertutup kemungkinan al-Baghdadi masih bersembunyi sampai bertahun-tahun.

Pakar kondang Arab Hisham al-Hashimi mengatakan bahwa al-Baghdadi adalah sosok buronan yang jumlah pengikutnya menyusut  setelah ISIS kehilangan banyak wilayah, dan dia tidak bisa lagi mengaku sebagai “khalifah” setelah “negara ISIS” runtuh di muka bumi.

Jenderal AS Tony Thomas yang memimpin “operasi khusus penumpasan ISIS” di Irak mengklaim bahwa sebuah regu pasukan pernah hampir berhasil meringkus al-Baghdadi pada tahun 2015, yaitu setelah menteri perminyakan ISIS Abu Sayyaf terbunuh dan isteri al-Baghdadi tertangkap dan memberikan banyak informasi penting. Namun, lanjut Thomas, al-Baghdadi masih dapat lolos akibat bocornya informasi ke media.

Keberadaan al-Baghdadi menjadi misteri dan bahan kontroversi setelah pertama sekaligus terakhir kali tampil ke publik di Masjid Jami’ al-Nuri di Mosul pada tahun 2014.

Al-Baghdadi pernah pula dikabarkan tewas akibat serangan udara di provinsi Nineveh, Irak, Juli lalu. Tapi Lahur Talabany saat itu menepis kabar ini dengan mengatakan kepada Reuters, “Al-Baghdadi pasti masih hidup, dia belum mati.”

Seorang pejabat keamanan Kurdistan mengatakan, “Jangan lupa bahwa dia mengakar sejak masa al-Qaeda di Irak, dan saat itu dia tersembunyi dari badan-badan keamanan. Dia tahu apa yang harus dia perbuat.” (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL