عمليات الأنبار تعلن: الاستعدادات لتحرير الانبار بكافة مدنهاBaghdad, LiputanIslam.com –  Perdana Menteri Irak Haider Abadi berjanji dapat membebaskan Ramadi, ibu kota provinsi Anbar, dari cengkraman kelompok teroris ISIS dalam hitungan hari.  “Kota Ramadi akan dapat direbut kembali dari kekuasaan organisasi teroris ISIS dalam beberapa hari ke depan,” katanya, sebagaimana dilansir al-Sumaria News, Senin kemarin (25/5).

Dia mengaku heran terhadap pernyataan Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Ashton Carter bahwa tentara Irak kehilangan motivasinya dalam perang melawan ISIS.  “Carter menyatakan demikian karena dia dibekali informasi-informasi yang keliru mengenai kekuatan pasukan Irak dalam melawan organisasi ISIS,” katanya.

Abadi juga memastikan Irak tidak mungkin Irak akan terpecah belah, dan dewasa ini pemerintah pusat mulai menggalang kerjasama dengan pemerintah semi-otonomi Kurdistan Irak untuk operasi pembebasan Mosul, ibu kota provinsi, Ninawa dari tangan ISIS.
“Irak tidak mungkin akan terbelah. Menjalarnya kekuasaan ISIS terhadap banyak kawasan Irak telah menambah solidaritas orang-orang Irak serta mempersatukan mereka untuk menanggulangi bahaya yang mengancam mereka,” ungkapnya, sebagai dikutip BBC.

Dia menambahkan, “Pemerintah pusat mulai menggalang kerjasama dengan pemerintah Kurdistan untuk operasi pembebasan Mosul melalui pemusnahan pasukan dan fasilitas ISIS yang ada di dalam kota ini.”

TV resmi Irak memberitakan bahwa pasukan Irak Senin kemarin memulai operasi pembebasan wilayah sekitar Tikrit dan kawasan di laut Samarra menuju Ramadi dengan sandi “Labbaika ya Rasulallah 2.”

Kepung Dari Tiga Arah

Mengutip laporan Associated Press, laman berita al-Youm al-Sabea yang berbasis di Mesir menyebutkan bahwa Senin kemarin pasukan Irak  yang terdiri atas tentara, polisi dan relawan al-Hashd al-Shaabi memperkuat posisinya di sekitar Ramadi dan mengepung kota ini dari tiga arah timur, barat dan selatan.

Sumber-sumber keamanan mengatakan bahwa posisi pasukan Irak kini hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari Universitas Anbar di bagian barat Ramadi.

Sebuah sumber mengatakan, “Jet tempur koalisi internasional juga memantau pergerakan ISIS di bagian selatan Ramadi serta menggempur posisi-posisi mereka di bagian barat dan pusat Ramadi. Malam sebelumnya pasukan koalisi juga membombardir kawasan sekitar Universitas Anbar.”

Dia menambahkan bahwa pasukan Irak terus bergerak maju dalam skala luas dan sudah mencapai kawasan 7 km di sisi barat Ramadi, sementara di arah selatan juga bergerak maju secara signifikan dan mengepung kawanan ISIS di wilayah al-Thash, sedangkan di sisi timur terlibat kontak senjata dan berhasil memberikan tekanan hebat terhadap ISIS.

Alalam melaporkan bahwa Mayjen Qasim Mohammad Shalih, komandan operasi Anbar, dalam konferensi pers bersama Jaafar al-Husaini ,juru bicara Brigade Hizbullah ang terafiliasi dengan al-Hasyd al-Shaabi,   di pangkalan Habaniyah di selatan Ramadi menyatakan sebanyak 200 warga negara asing anggota ISIS tertangkap dan sebagian lagi terbunuh di provinsi Anbar selama pertempuran yang terjadi belakangan ini.

Seperti diketahui, kota Ramadi dikuasai ISIS sejak beberapa hari lalu, dan kini pasukan gabungan Irak sedang dalam proses perjuangan pembebasan kota itu. Hal yang menarik dalam operasi ini ialah keterlibatan al-Hashd al-Shaabi setelah sebelumnya selalu dihalangi keterlibatannya dalam perjuangan melawan ISIS di Anbar dengan alasan kelompok relawan itu merupakan pasukan Syiah, sedangkan Anbar adalah kawasan luas yang mayoritas penduduknya Sunni. Sejak ISIS menguasai Anbar, berbagai pihak, termasuk para pejabat lokal Anbar mendukung keterlibatan kelompok relawan itu dalam penumpasan ISIS di provinsi ini. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL