Amman, LiputanIslam.com –  Raja Abdullah II dari Yordania dalam pertemuan dengan para mantan petinggi militer negara ini menyatakan bahwa memiliki skala prioritas yang berseberangan satu sama lain berkenaan dengan perkembangan situasi regional, dan sebagian negara Arab telah bernasihat kepada Amerika Serikat (AS) namun tidak mendapat respon.

Laporan tak resmi yang dilansir surat kabar Ammon, Rabu (10/1/2018), menyebutkan bahwa dalam statemen baru yang terbuka dan kontroversial dia mengatakan bahwa kondisi dunia Arab dewasa ini “sangat memprihatinkan.” Menurutnya, AS enggan menerima nasihat yang telah dikemukakan Yordania dan negara-negara Arab lain, sementara strategi negara-negara Arab sendiri juga berseberangan satu sama lain.

Disebutkan bahwa statemen itu dilontarkan Raja Abdullah II dalam pertemuan dengan para jenderal purnawirawan di kota Arbad di bagian utara Yordania.

Dia mengatakan bahwa negara ini sekarang mementingkan kemaslahatan nasional Yordania, menempatkannya “di atas semua pertimbangan”, dan menjadikannya sebagai pijakan dalam berinteraksi dengan negara-negara jiran.

Dia juga menegaskan bahwa isu Palestina berkenaan bukan hanya dengan Yordania dan Palestina, melainkan seluruh masyarakat internasional.

Pernyataan demikian dari pemimpin Yordania tergolong langka, dan telah dibocorkan bersama rekaman video pertemuan internal yang berlangsung di rumah Jenderal Purnawirawan Thalji Zayabat dan dihadiri oleh Putera Mahkota Pangeran Hossein bin Abdullah.  (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*