Davos, LiputanIslam.com –  Raja Abdullah II dari Yordania tampak sudah tidak solid lagi terhadap kesewenang-wenangan Amerika Serikat (AS) terhadap Palestina. Dia belakangan ini malah membuat pernyataan yang cenderung mendukung prakarsa damai AS untuk penyelesaian konflik Palestina-Israel yang dinamai “The Deal of The Century”.

Pernyataan demikian dia kemukakan saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum /WEF) di Davos, Swiss.

“Tidak akan ada proses perdamaian atau solusi damai bagi konflik Arab-Israel tanpa peranan AS… Penting sekali  berusaha membangun kepercayaan antara Palestina dan Washington untuk mengembalikan AS, Palestina, dan Israel ke meja perundingan,” katanya, seperti dikutip Ray Al-Youm, Kamis (25/1/2018).

Pernyataan Raja Yordania ini bertolak belakang dengan sikap dan pernyataan Presiden Palestina Mahmoud Abbas bahwa semua komunikasi Palestina dengan AS sementara ini dihentikan karena AS ternyata memihak sepenuhnya kepada Israel, mendukung Judaisasi Al-Quds (Yerussalem), dan tak segan-segan memindah Kedubesnya untuk Israel dari Tel Aviv ke Al-Quds.

Perubahan sikap Abdullah II ini merupakan dampak langsung tekanan hebat AS terhadap Yordania dalam beberapa hari terakhir, terutama penghentian bantuan kepada Yordania sebesar miliaran US$/tahun, demi meredakan kecaman Yordania terhadap keputusan Presiden AS Trump Donald Trump mengakui Al-Quds sebagai ibu kota Israel dan memindah Kedubesnya dari Tel Aviv ke Al-Quds. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*