bom masjid syiah di saudiDubai, LiputanIslam.com –  Raja Salman bin Adulaziz dari Arab Saudi menyatakan prihatin atas terjadinya pelaku peledakan masjid warga muslim Syiah di Arab Saudi, dan berjanji untuk menghukum siapapun yang terlibat di dalamnya.

“Siapapun yang terlibat dalam serangan ini akan diserahkan kepada pengadilan. Kami terluka oleh kejinya kejahatan ini. Kejahatan ini bertolak belakang dengan nilai-nilai Islam dan insaniah,” ungkap Raja Salman dalam pesannya kepada Putera Mahkota dan Menteri Dalam Negeri Saudi, Mohammad bin Nayef, sebagaimana laporkan Reuters dari Dubai, Uni Emirat Arab, Minggu (24/5).

Peledakan itu sendiri dilakukan oleh pelaku serangan bom bunuh diri di kota al-Qadih, Qatif, di bagian timur Saudi Jumat lalu (22/5), menjatuhkan 21 korban tewas dna luka. Kelompok teroris ISIS menyatakan bertanggungjawab atas serangan ini.

Sebelumnya, juru bicara badan keamanan Kementerian Dalam Negeri Saudi, Mansour al-Turki, menyatakan bahwa pelaku serangan yang terjadi ketika warga Syiah sedang menunaikan shalat Jumat di Masjid al-Imam Ali itu adalah warga negara Saudi sendiri.

Sementara itu, koran al-Rai terbitan Kuwait melaporkan bahwa ISIS menerima bantuan sebesar 2 juta Dolar Amerika Serikat dari sebuah badan intelijen asing atas terjadinya serangan itu, dan badan intelijen itu juga berjanji untuk memberikan bantuan senjata modern kepada kelompok teroris pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi tersebut.

Al-Rai tidak menyebutkan badan intelijen itu dari negara mana, namun dinas rahasia Israel, Mossad, diketahui menjalin hubungan erat dengan ISIS untuk mengobarkan perpecahan antara Sunni dan Syiah. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL