Riyadh, LiputanIslam.com –   Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dari Arab Saudi menyatakan negaranya mendukung integritas Irak dan menolak hasil referendum disintegrasi Kurdistan Irak.

Dalam kontak telefon dengan Perdana Menteri Irak Haider Abadi, Senin (16/10/2017), Salman menyatakan Riyadh mengikuti secara intensif perkembangan situasi di Kirkuk, terutama karena Irak telah berhasil mencetak kemenangan yang nyata atas kawanan teroris.

Salman menekankan bahwa Kerajaan Saudi mengharapkan terjalinnya hubungan sebaik mungkin dengan Irak dan penguatan kerjasama bilateral.

Di pihak lain, Perdana Menteri Irak Haider Abadi menyatakan berterima kasih kepada Raja Salman atas dukungannya kepada Irak.

Abadi menjelaskan bahwa apa yang dilakukan oleh pemerintah Irak dalam masalah ini sekarang ialah menyebar kembali pasukan Irak di provinsi Kirkuk melalui operasi yang cepat tanpa menimbulkan jatuhnya korban jiwa maupun luka, dan sekarang pasukan Irak sudah tersebar di sana.

Menurutnya, Kirkuk memang harus dikuasai oleh pemeritah federal sesuai konstitusi Irak.

Lebih lanjutnya dia juga memastikan bahwa Baghdad juga menginginkan hubungan seoptimal mungkin dengan Arab Saudi, dan pada pekan mendatang delegasi Irak yang terdiri atas para menteri akan berkunjung ke Saudi untuk meneken perjanjian-perjanjian yang bermaslahat bagi kedua negara.

Dini hari Senin kemarin Perdana Menteri Irak mengirim pasukannya ke Kirkuk dan berhasil menguasai provinsi ini tanpa mendapat perlawanan dari pasukan Kurdi Irak, Peshmerga. Tapi belakangan Peshmerga menunjukkan kemarahannya atas kejadian ini melalui sebuah statemen. (mm/alalam/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL