jordania abdullah IIAmman, LiputanIslam.com – Raja Abdullah II dari Jordania menyatakan pihaknya menginginkan pendirian sebuah koalisi Arab-Islam anti kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Demikian dinyatakan oleh kantor Raja Abdullah II, sebagaimana dilaporkan kantor berita Jordania, Petra, Senin (22/12).

Disebutkan bahwa dalam pidatonya pada pertemuan dengan para mantan menteri Jordania Minggu malam lalu (21/12), Raja Abdullah menyebut perang melawan ISIS sebagai isu Arab-Islam serta meminta semua negara dan bangsa Muslim supaya menggalang koalisi bersama untuk menumpas ISIS.

Dia menegaskan bahwa semua negara Arab dan Islam harus terlibat secara komprehensif, strategis dan partisipatif dalam penumpasan ISIS. Dia mengingatkan bahwa organisasi-organisasi yang memiliki faham-faham takfiri dan terorisme beraktivitas tidak hanya di Suriah dan Irak, melainkan juga akan menularkan faham-fahamnya di berbagai negara Arab dan Islam lain serta seluruh penjuru dunia.

Raja Abdullah II dari Jordania membagi perang anti terorisme dan radikalisme menjadi tiga kategori; perang militer jangka pendek, perang keamanan jangka menengah, dan perang ideologis jangka panjang. Menurutnya, negara-negara Arab-Islam harus terlebih dahulu menumpas bahaya besar terorisme ISIS sebelum dapat mengatasi problematika lainnya.

Dia menambahkan bahwa masalah terorisme ini menjadi kendala tersendiri bagi isu Palestina yang notabene persoalan utama regional Timur Tengah serta dunia Arab dan Islam.

“Dewasa ini kemunculan fenomena terorisme ISIS telah menyebabkan negara-negara ini hingga batas tertentu terjauh dari isu Palestina dan lebih terfokus pada upaya penumpasan ISIS, padahal problema mendasar negara-negara Arab dan Islam adalah masalah Palestina dan penyelesaiannya untuk pendirian negara merdeka di wilayah Palestina,” ujar Abdullah II.

Lebih jauh dia menjelaskan bahwa pemberantasan bahaya besar terorisme memerlukan pemikiran yang strategis dan jelas berdasarkan ajaran Islam serta semangat moderat dan toleran.

Di bagian akhir dia memastikan bahwa Jordania dengan tentara Arab dan daya keamanannya berada dalam kondisi prima dan sanggup mengatasi segala problema dan mengantisipasi segala bentuk ancaman. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL