hanukka di bahrainManama, LiputanIslam.com – Rezim-rezim Arab kaya minyak di kawasan Teluk Persia tampak kian merapat dengan Rezim Zionis Israel, meskipun rakyat Palestina sedang berada gelora kebangkitan melawan kaum Yahudi Zionis.

Menyusul kedekatan rezim Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dengan Rezim Zionis, Raja Hamad bin Isa Al Khalifa dari Bahrain mencoba mengambil hati Tel Aviv dengan cara membukakan pintu istananya untuk seremoni penyalaan lilin guna menandai perayaan hari besar Yahudi Hanukkah.

Seremoni itu dipimpin oleh rabi Yahudi dari Eropa dan berlangsung di Manama, ibu kota Bahrain.

Mengutip pernyataan Konferensi Rabi Eropa, Times of Israel menyebutkan bahwa sejak Israel didirikan pada tahun 1948, baru sekarang seremoni demikian dapat dilangsungkan di sebuah istana negara di kawasan Teluk Persia, dan yang mengundang Direktur Konferensi Rabi Eropa, Rabi Moshe Levin, adalah Raja Hamad bin Isa Al Khalifa sendiri.

“Bahrain di bawah pemerintahan Anda merupakan seberkas cahaya di tengah kegelapan dunia fundamentalisme radikal,” ungkap Levin kepada Al-Khalifa.

IRNA menyebut Moshe Levin sebagai rabi Yahudi berhaluan Zionis.

Di pihak lain, Raja al-Khalifa, menurut laporan al-Ahed, mengatakan bahwa semua agama harus terlibat dalam seruan perang melawan terorisme. Dia juga mengklaim bahwa di Bahrain ada banyak komunitas dan golongan, namun mereka semua hidup aman dan tanpa rasa takut.

“Kami menjaga keamanan kaum Yahudi dan menjamin mereka dapat menjalankan adat dan tradisinya tanpa ada kekhawatiran,” katanya.

Di Bahrain hanya ada sekitar 50 orang Yahudi. Mereka tinggal di Manama sebagai pengusaha, pemilik toko dan lain-lain. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL