saudi-israelNazaret, LiputanIslam.com – Institut Washington untuk Kebijakan Timur Dekat (Washington Institute for Near East Policy/WINEP) menilai kejutan paling spektakuler pada musim panas tahun lalu ialah pengumuman mengenai adanya hubungan antara Kerajaan Arab Saudi dan Rezim Zionis Israel. Demikian dilaporkan Rai al-Youm (RY), Senin (25/1).

Statemen-statemen Menteri Pertahanan Israel Moshe Ya’alon dalam kongres pusat kajian nasional Israel memperlihatkan eratnya hubungan Tel Aviv-Riyadh.

“Ya’alon mengatakan bahwa poros penting adalah poros politik Sunni pimpinan Saudi, dan dia juga mengatakan adanya banyak kepentingan (bagi Israel) bersama poros Sunni ini… Dia juga menyebutkan bahwa poros ini sangat marah terhadap Amerika Serikat yang memandang Iran sebagai pemain kunci di kawasan Timur Tengah,” tulis RY.

Mengutip pernyataan Amir Bohbot pengamat militer dan keamanan di situs berita Walla milik Israel,  juga menyebutkan, “Kepala Staf Umum Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Gadi Eizenkot dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pernah berterus terang bahwa setiap kali pertikaian antara Saudi dan Iran meruncing Israel menjadi semakin dekat dengan Saudi. Keduanya juga menyatakan bahwa kedekatan ini semakin terdorong kuat pasca pencabutan sanksi politik dan ekonomi terhadap Teheran.”

Menurut RY, pengamat itu juga mengutip keterangan petinggi keamanan di Tel Aviv bahwa yang membuat Rezim Zionis tak nyenyak tidur ialah aset Iran sebesar USD 100 miliar yang semula dibekukan tapi kemudian didapat oleh Iran, sebab dengan dana ini Iran pasti akan melipat gandakan bantuan dananya kepada pejuang Hizbullah di Lebanon dan faksi pejuang Palestina Jihad Islam dan Hamas. (mm

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL