Teheran, LiputanIslam.com –  Pemerintah Iran mengumumkan masa berkabung tiga hari atas wafatnya salah satu tokoh besar Iran yang menjabat Ketua Dewan Kebijaksanaan Republik Islam Iran Ayatullah Akbar Hasyemi Rafsanjani yang juga mantan presiden Iran, Minggu (8/1/2017).

Dalam statemennya pemerintah Iran menyebutkan bahwa “Sosok ulama, mujahid, yang telah melebur dalam revolusi, penolong Imam (Khomaini) ra, yang telah menghabiskan usianya dengan penuh berkah dalam revolusi Islam dan peneguhan Republik Islam Iran, yang menunaikan tanggungjawab besar dalam pengelolaan negara dan pertahanan suci telah berpulang ke sisi Tuhannya. Kenangan dan wejangannya senantiasa berkilau dalam sejarah revolusi Islam, dan menjadi teladan bagi para loyalitas cita-cita revolusi Islam.”

Rafsanjani wafat Minggu sore pada usia 82 tahun akibat serangan jantung. Dia merupakan salah satu figur kunci dalam pendirian negara Republik Islam Iran menyusul kemenangan revolusi Islam pimpinan Imam Khomaini atas rezim despotik Raja Syah Pahlevi pada tajun 1979.

Dia dibawa ke Rumah Sakit Shohadaa di Teheran utara Minggu dini hari.

“Ayatullah Akbar Hasyemi Rafsanjani dikirim ke rumah sakit setelah menderita serangan jantung, tapi beliau wafat meskipun para dokter sudah berusaha keras,” ungkap Reza Soleimani, juru bicara Dewan Kebijaksanaan Iran.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Grand Ayatullah Ali Khamenei menyatakan sangat berduka cita mendengar berita wafatnya “rekan sesama pejuang yang telah membantu dan bersusah payah selama 59 tahun.”

Ucapan belangsungkawa atas wafatnya Rafsanjani berdatangan dari berbagai negara termasuk Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, Irak, dan Lebanon.

Koran Times of Israel menyebut Rafsanjani sebagai musuh besar Israel dan orang yang berencana membasmi rezim Zionis ini dengan bom nuklir. (mm/alalam/isna/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL