iran rafsanjaniTeheran, LiputanIslam.com – Kepala Dewan Kebijakan Republik Islam Iran Akbar Hashemi Rafsanjani mengakui negaranya telah mempersenjatai faksi-faksi pejuang Palestina dan gerakan Hizbullah di Lebanon agar mereka dapat membela diri di depan agresi Rezim Zionis Israel.

Saat menyampaikan hal tersebut pada pertemuan Forum Internasional Ulama Islam untuk Mendukung Resistensi Palestina yang berlangsung di Teheran Rabu (10/9), mantan presiden Iran yang dikenal sebagai sosok moderat itu mengingatkan urgensi persatuan umat Islam dan pengabaian perselisihan di antara mereka.

“Tidak seharusnya umat Islam mengerahkan fasilitas, kemampuan dan sumber daya manusia dan geografisnya justru untuk membangkitkan perselisihan internal, padahal semua itu dapat menjadi kekuatan besar di hadapan musuh” ungkapnya, sebagaimana dikutip Alalam.

Rafsanjani menekankan bahwa alim ulama dapat menempuh langkah-langkah besar untuk mempersatukan umat Islam serta memobilisasi para pendukung mereka untuk melawan Israel.

Dia lantas menyebutkan bahwa Iran memang mempersenjatai para pejuang Palestina dan Hizbullah. Menurutnya, hal ini tak lain adalah supaya mereka dapat solid dan tangguh dalam membela diri di depan agresi kaum Zionis Israel.

Dia berpendapat bahwa Israel sebenarnya dapat digulung apabila Dunia Islam bersatu. “Tapi ironis,” katanya, “problema utamanya ialah perselisihan di Dunia Islam. Seandainya perselisihan ini tidak ada bisa jadi kita sudah dapat menggulung musuh bersama kita.”

Dia menambahkan, “Bisa jadi Dunia Islam tidak dapat mengatasi perselisihan pendapat yang ada, tapi tidak seharusnya perbedaan ini menyebabkan konflik. Perselisihan pendapat dalam isu-isu keagamaan adalah sesuatu yang baik, tapi tidak demikian apabila perselisihan itu menjurus pada kemunculan kelompok-kelompok seperti Taliban, Front al-Nusra, Boko Haram dan ISIS sebagaimana yang terjadi sekarang.”

Rafsanjani mengaku sangat prihatin karena kelompok-kelompok itu, tak seperti yang mereka klaim, bukannya memerangi kaum kafir tetapi malah berperang dengan sesama Muslim dan berbuat kejahatan yang sangat terkutuk dan mencoreng citra Islam.

“Orang-orang berbuat aksi demikian itu lebih buruk daripada orang-orang kafir yang tidak berbuat demikian,” katanya,

Dia mengakui umat Islam sulit bersatu dalam semua hal. “Saya tidak mengatakan bahwa kita dapat merealisasi persatuan yang total, namun demikian kita bisa bekerjasama menghadapi musuh kolektif dan merebut kembali hak-hak kita dari tangan mereka,” tuturnya.

Rafsanjani berpendapat bahwa Palestina sudah berada di rel perjuangan yang benar dan berhasil menciptakan ketakutan pada kaum Zionis.

“Ada data statistik di Israel yang menyebutkan bahwa sepertiga imigran yang datang ke Palestina berharap dapat kembali ke negara-negara asal mereka. Seandainya Tepi Barat juga memegang senjata maka semua penduduk di tanah pendudukan (Israel) harus tinggal di tempat-tempat perlindungan, tapi tinggal di situ jelas sangat berat bagi mereka, dan mereka tidak siap menjalani kondisi demikian, ” ungkapnya.

Lebih jauh dia memastikan bahwa Iran adalah satu-satunya negara yang memberikan dukungan kongkret kepada para pejuang Palestina di Gaza.

“Seandainya semua negara Islam mendukung bangsa tertindas Palestina, Israel pasti musnah,” tegas Rafsanjani sembari mengingatkan bahwa negara-negara Islam harus membela bangsa Palestina seperti mereka membela dan melindungi rakyat dan bangsa masing-masing. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL