Doha, LiputanIslam.com –  Menteri Luar Negeri Qatar Hamad bin Abdulrahman al-Thani, Senin (19/6/2016), memastikan negaranya tidak akan berunding dengan blok Arab Saudi sebelum mereka mencabut blokade ekonomi terhadap Qatar.

Dia juga mengatakan Qatar tidak akan berunding mengenai berbagai persoalan yang terkait dengan kebijakan luar negerinya maupun berkenaan dengan channel Al-Jazeera.

“Jika krisis berkelanjutan maka akan kami bersandar pada Turki, Kuwait, dan Oman, sementara Iran juga menyediakan jalur udara untuk kami,” ujarnya.

Mengenai hubungan negaranya dengan Iran dia melanjutkan, “Sekarang Qatar bekerjasama dengan Iran untuk transportasi udara yang diperlukan, dan Iran menyediakan jalur udara aman yang dibutuhkan Doha.”

Dia juga mengaku sampai sekarang belum menerima permintaan apapun dari negara-negara Arab yang telah memutus hubungannya dengan Qatar.

Sebelumnya, Arab Saudi menyatakan masalahnya dengan Qatar tidak akan bisa dimediasi. Saudi bersama Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir memutuskan hubungan dengan Qatar. Aksi ini kemudian diikuti oleh pemerintahan timur Libya, Maladewa, pemerintahan presiden tersingkir Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi, Mauritania, dan Eritrea.

Tekanan hebat terhadap Qatar ini terjadi menyusul tersiarnya rekaman suara yang disebut-sebut sebagai pernyataan Emir Qatar Syeikh Tamim Bin Hamad al-Thani yang berisikan kecaman terhadap kebijakan regioanal Saudi serta mengenai hubungan Qatar dengan Iran.

Suara itu menyebutkan bahwa Iran merupakan kekuatan regional sehingga dunia Arab harus berinteraksi dengan Iran serta mendukung kelompok pejuang Hizbullah dan Hamas. (mm/skynewsaraby/alray)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL