Doha, LiputanIslam.com –  Kepala kantor komunikasi pemerintah Qatar, Saif bin Ahmad al-Thani, menyatakan sudah saatnya Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir berhenti memboikot Qatar karena mereka gagal membujuk negara-negara lain ikut mengecam Qatar.

“Sudah lebih dari 80 hari blokade ilegal diterapkan terhadap pemerintah Qatar, dan negara-negara pemblokade berusaha menebar klaim-klaim tendensius untuk mempengaruhi opini publik,” tulisnya melalui akun Twitternya, Sabtu (27/8/2017).

Dia menyebutkan bahwa negara-negara pemboikot telah menghamburkan dana jutaan USD untuk propaganda anti Qatar, sedangkan Qatar “menggunakan dana demi kemaslahatan warga, terutama di bidang pendidikan.”

Saif bin Ahmad al-Thani menambahkan, “Kampanye media tendensius negara-negara pemboikot tidak akan mengubah realitas, sebagaimana kampanye itu gagal menanggulangi persoalan terorisme.”

Dia mengingatkan bahwa negaranya merupakan anggota koalisi internasional anti terorisme, dan bagian akhir dia menuliskan,”Krisis Teluk telah membuat semua warga negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk berada dalam kesulitan sesama mereka sendiri dan dengan negara-negara lain, dan kini tiba saatnya untuk penghentian blokade.”

Seperti diketahui, sejak 5 Juni lalu Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir memutus hubungan diplomatiknya dengan Qatar dan menerapkan blokade laut, darat, dan udara terhadap Qatar. Mereka menuduh Qatar sebagai negara yang mensponsori terorisme lantaran Qatar mengayomi kelompok Ikhwanul Muslimin yang bertolak belakang dengan mereka.  (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL