Doha, LiputanIslam.com –  Hubungan dagang dan diplomatik antara Qatar dan Iran menguat, dan hal ini ditandai dengan pengumuman dari Doha bahwa dubes Qatar untuk Iran akan kembali ke Teheran, sementara pihak Iran juga mengungkapkan hasratnya kepada penguatan hubungannya dengan Qatar yang diboikot oleh Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir.

Kemlu Qatar dalam statemennya menyatakan, “Pemerintah Qatar mengumumkan bahwa dubesnya di Teheran akan kembali untuk menjalankan misi diplomatiknya, dan Doha mengharapkan penguatan hubungan bilateral dengan Iran di semua bidang.”

Menurut statemen ini, keputusan tersebut diumumkan setelah terjadi kontak telefon Menlu Qatar Syeikh Mohammad bin Abdurrahman al-Thani dengan sejawatnya di Iran, Mohammad Jawad Zarif, Rabu (23/8/2017), di mana keduanya telah membahas hubungan bilateral dan mekanisme pengembangannya.

Esok harinya, pemerintah Teheran menyatakan menyambut baik pengumuman pemerintah Doha itu sembari mengungkapkan hasrat Iran mengebangkan hubungan dengan Qatar.

Jubir Kemlu Iran Behram Qasemi mengatakan, “Kami menyambut baik keputusan ini, dan pengembangan hubungan dengan negara-negara jiran kami mutlak diutamakan oleh pemerintahan baru.” Pemerintahan baru Iran pada periode kedua kepresiden Hassan Rouhani baru memulai kerjanya pada pekan ini.

“Kami mendukung langkah konstruktif dan positif dalam hal in,” lanjut Qasemi.

Qatar memanggil pulang duta besarnya dari Teheran pada Januari 2016 menyusul pemutusan hubungan diplomatik Arab Saudi dengan Iran. Namun pada tanggal 5 Juni 2017 Qatar dimusuhi dan diboikot oleh Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir dengan tuduhan Qatar menyokong terorisme. Iran lantas membantu Qatar memenuhi stok kebutuhannya sehingga hubungan Qatar dengan Iran praktis membaik.

Di pihak lain, menanggapi perkembangan hubungan Qatar dengan Iran ini, Menlu Uni Emirat Arab Anwar Gharghas menyatakan Qatar tidak serius dalam upaya penyelesaian hubungannya dengan empat negara pemboikot Qatar tersebut.

“Pengelolaan krisis (oleh Qatar) ini menyebabkan terbakarnya jembatan penghubungan, lepasnya kedaulatan nasional, dan eskalasi krisis Qatar serta melemahkan kesempatan mediasi. Tak ada kabar mengenai kebijaksanaan seperti yang kami harapkan,” ungkapnya. (mm/rayalyoum/fna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL