Doha, LiputanIslam.com –  Menlu Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani menyatakan masih tersisa banyak perselisihan kebijakan politik luar negeri antara Iran dan Qatar meskipun Teheran berpihak kepada Doha dalam krisis hubungan Qatar dengan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrian, dan Mesir.

“Hubungan antara Qatar dan Iran harus didasari prinsip-prinsip yang jelas dan mengacu pada pertetanggaan geografis dan kolektivitas pada ladang gas terbesar, sesuatu yang menuntut kelangsungan hubungan antara kedua pihak,” katanya di parlemen Qatar, Senin (19/2/2018).

Dia menambahkan, “Antara kita dan Iran terdapat banyak  titik perselisihan mengenai kebijakan politik luar negeri, dan kita tetap berselisih meskipun Iran berpihak kepada pemerintah Qatar setelah pemberlakuan blokade.”

Mengenai Suriah dia mengatakan negaranya tetap menyerukan solusi politik dan berpihak pada rakyat Suriah.

“Qatar tidak memiliki motivasi apapun untuk mengubah pemerintahan Suriah. Qatar berusaha supaya di sana ada solusi sejak awal, tapi di sana tidak ada respon,” ujarnya.

Mengenai perang Yaman dia mengecam kelompok Ansarullah (Houthi) dengan menyebutkan bahwa apa yang terjadi di Yaman merupakan pemberontakan terhadap pemerintahan yang sah, namun Qatar tidak mengirim pasukan untuk berperang di Yaman.

Dia menjelaskan, “Qatar mengirim pasukannya ke perbatasan Saudi demi melindungi keraajan ini, dan tidak berpartisipasi dalam perang di Yaman.”

Mengenai isu Palestina dia menegaskan negaranya mendukung hak sah bangsa Palestina mendirikan negara merdeka dengan ibu kota Al-Quds.  (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*