Washington, LiputanIslam.com –  Qatar telah meningkatkan alokasi dananya dalam jumlah besar untuk mengimpor perlengkapan militer sejak 2015 sehingga menempati peringkat ketiga negara importir senjata terbesar di dunia. Demikian dilaporkan situs Business Insider (BI) berdasarkan keterangan Kementerian Keadilan Amerika Serikat (AS).

Menurut situs yang berbasis di AS ini, Timteng telah mendominasi impor dunia berupa perlengkapan dan jasa pertahanan dalam kurun waktu tahun 2007 – 2016, dan negara-negara utamanya adalah Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Mengenai Qatar yang diblokade oleh Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir, BI menyebutkan bahwa  dewasa ini Qatar menempati ranking ketiga dalam impor alat dan sistem pertahanan, padahal pada tahun 2015 menempati ranking ketiga setelah terjadi peningkatan signifikan dalam impornya dari Perancis, AS, dan Italia.

Peter Wiseman, pakar dari Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), mengatakan, “Meskipun harga minyak anjlok tapi negara-negara kawasan itu terus  mengimpor lebih banyak senjata pada tahun 2016 dan menanggapnya sebagai akat pamungkas untuk berinteraksi dengan konflik dan ketegangan regional.”

Menurut statemen SPIRI, selama tahun 2012 -2016 saja ekspor senjata Qatar meningkat sebesar 282%.

Di pihak lain, Arab Saudi tercatat menempati ranking teratas di dunia, sementara Inggris, AS, dan Perancis merupakan negara eksportir senjata terbesar ke Timteng.

Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir telah memutus hubungan diplomatiknya dengan Qatar serta menerapkan beberapa sanksi boikot terhadapnya sejak Juni lalu dengan dalih bahwa Qatar mensponsori terorisme.

Meski begitu, beberapa hari kemudian Presiden AS Donald Trump yang berpihak kepada Saudi dan sekutunya malah menyetujui penjualan senjata ke Qatar seniai $12 miliar.  (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL