Moskow, LiputanIslam.com –  Kedutaan Besar Qatar untuk Rusia di Moskow membantah kabar yang tersiar bahwa pemerintah Doha memberikan ultimatum tiga hari kepada kubu Arab Saudi untuk keluarnya Qatar dari Dewan Kerjasama Teluk (GCC).

“Berita ini tidak faktual, Menlu (Qatar) sama sekali tidak menyampaikan pesan atau pernyataan bahwa Doha telah memberi tenggat waktu tiga hari kepada negara-negara pemboikot untuk merespon permintaannya,” ungkap Kedubes Qatar untuk Rusia dalam sebuah statemen, seperti dilansir RT, Selasa (11/7/2017).

Kedubes ini menyatakan prihatin atas tindakan media negara-negara Arab pemboikot Qatar karena adanya pemberitaan tak berdasar sedemikian rupa sehingga mencerminkan gencarnya propaganda anti-Qatar.

Beberapa media Arab, termasuk al-Watan yang berbasis di Mesir sebelumnya melaporkan bahwa Menlu Qatar Mohammad bin Abdul Rahman al-Thani telah menyampaikan beberapa persyaratan kepada Sekjen GCC Abdul Latif al-Zayani menyangkut kebertahanan Qatar dalam dewan ini.

Menurut al-Watan, Qatar telah mengajukan tenggat waktu tiga hari kepada empat negara pemboikot Qatar, yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir, agar mereka mempertimbangkan kembali tindakannya terhadap Qatar.

Media Arab itu mengklaim terdapat keterangan dari sumber diplomatik Qatar bahwa negara ini secara resmi akan keluar dari GCC jika ultimatum itu tidak dipenuhi. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL