putinMoskow, LiputanIslam.com – Presiden Rusia Vladimir Putin mengecam dikotomi teroris “moderat” dan “non-moderat” seperti yang sering didengungkan oleh Barat dan beberapa negara Timteng sekutunya.

“Sulit untuk selalu melalukan permainan ganda; mengaku berperang melawan para teroris, tapi di saat yang sama juga berusaha menggunakan sebagian mereka untuk mengatur buah-buah catur di papan percaturan Timur Tengah demi kepentingan sendiri… Tidak mungkin terorisme dapat dikalahkan jika sebagian teroris digunakan sebagai pendobrak untuk menggulingkan rezim-rezim yang tak disukai,” katanya dalam pertemuan dengan para ilmuwan politik yang tergabung dalam Vandai Club di Sochi, Rusia, Kamis (22/10), seperti dikutip AFP.

Dia menambahkan, “Tidak perlu bermain kata untuk mengklasifikasi teroris menjadi moderat dan non-moderat…Apa bedanya? Menurut sebagian ahli… disebut bajingan moderat apabila memenggal kepala orang secara moderat atau lembut.”

Sementara itu serangan udara Rusia selama Rabu lalu (21/10) telah menyasar sedikitnya 72 target kelompok-kelompok teroris melalui 53 kali penerbangan. Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov mengatakan serangan itu terjadi provinsi-provinsi Hama, Latakia, Idlib, Aleppo, Deir al-Zor, dan Damaskus.

Dia juga menepis keras klaim-klaim media Barat bahwa jet-jet tempur Rusia menggunakan bom-bom tandan di wilayah-wilayah permukiman. Dalam rangka ini dia mempersilakan para wartawan asing datang ke pangkalan militer al-Hamim untuk melihat sendiri operasi Rusia di Suriah.

Rusia melancarkan serangan udara kontra-teroris di Suriah sejak 30 September lalu atas permintaan pemerintah Suriah. Sejauh ini Rusia mengerahkan sekitar 50 jet tempur dengan penerbangan rata-rata 40 kali sehari. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL