rusia lawan isisDamaskus, LiputanIslam.com – Presiden Rusia Vladimir Putin dikabarkan meminta pasukan negeri beruang merah ini supaya menangkap para gembong gerombolan teroris ISIS, terumasuk Abu Bakar al-Baghdadi, dalam kondisi hidup, atau setidaknya membawa mayat-mayat mereka jika penangkapan hidup-hidup tak dapat dilakukan.

Situs berita Mepanorama yang berbasis di Suriah saat memberitakan hal ini, Senin kemarin (5/10) mengutip keterangan beberapa sumber bahwa permintaan Putin itu dikemukakan karena para gembong ISIS diharap dapat dihukum mati di Rusia, atau mayat-mayat mereka akan dipamerkan kepada Amerika Serikat (AS) sebagai ejekan terhadap sandiwara perang AS dan para sekutunya terhadap ISIS yang sudah berlangsung satu tahun.

Juru bicara Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia Igor Konashenkov menyatakan bahwa dewasa ini jet-jet tempur Rusia sedang bergerak menuju tempat persembunyian utama ISIS serta menggempur kota Raqqah yang menjadi sarang utama gerombolan ISIS.

Serangan Terbaru

Militer Rusia Senin sore kemarin mengumumkan bahwa sepanjang hari itu pasukan udara negara ini telah menggempur 10 sasaran di Homs, Aleppo dan Damaskus.

Sebagaimana dilansir AFP, Kemhan Rusia dalam statemennya menyatakan bahwa jet pembom Rusia telah melancarkan 15 kali serangan hingga menghancurkan maskas-markas komando ISIS di provinsi Alepp serta menjatuhkan beberapa korban tewas di pihak ISIS di Idlib, Homs dan Damaskus.

Langgar Zona Udara Turki

Juru bicara Kemhan Rusia Igor Konashenkov mengakui jet tempur negara ini sempat masuk ke zona udara Turki. Dia beralasan bahwa hal itu terjadi akibat cuaca buruk.

“Pesawat militer Rusia Su-30 masuk ke zona udara Turki selama beberapa detik ketika sedang bermanuver dan bermaksud kembali ke bandaranya,” ungkap Konashenkov, seperti dikutip Alalam.

Dia menambahkan, “Peristiwa ini terjadi akibat cuaca buruk di kawasan ini sehingga tidak mesti dipandang sebagai konspirasi.”
Sebelumnya tersiar laporan bahwa jet tempur Rusia masuk ke wilayah Turki kemudian dihalau oleh Turki dengan mengerahkan dua jet tempur F-16. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (3/10) pukul 12.08 waktu setempat di sebelah selatan wilayah Yayladagi di provinsi Hatay, Turki selatan.

Pemerintah Turki memrotes keras tindakan militer Rusia tersebut dan memanggil Duta Besar Rusia di Ankara. Ankara meminta supaya pelanggaran serupa tak terulang lagi, dan mengancam bahwa “Rusia akan bertanggung jawab atas insiden tak diinginkan yang mungkin terjadi” apalagi pelanggaran seperti itu terjadi lagi.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Bogdanov menyatakan Moskow menentang pengadaan zona larangan terbang di Suriah sebagaimana diusulkan pemerintah Turki.

Jet-jet tempur Rusia mulai beraksi di Suriah pada Rabu pekan lalu (29/9). Berbagai laporan menyebutkan ISIS menderita banyak kerugian akibat serangan udara Rusia.

Jauh sebelum Rusia, koalisi internasional pimpinan AS juga sudah melancarkan operasi udara di Suriah namun sasarannya hanya ISIS serta dilakukan dengan skala terbatas dan hanya di beberapa kawasan tertentu. Sedangkan serangan Rusia ditujukan terhadap semua kelompok teroris di Suriah dengan skala yang jauh lebih masif dan luas. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL