SaintPetersburg, LiputanIslam.com – Presiden Rusia Vladimir Putin dalam sidang Forum Ekonomi Internasional di Saint Petersburg, Rusia, Jumat (2/6/2017),  menilai Amerika Serikat (AS) dan Barat telah melakukan tindakan destruktif di Suriah dan Irak.

“Tindakan AS dan Barat telah menimbulkan kerusakan di Suriah dan Irak, dan sekarang kita juga melihat adanya ancaman penyalahgunaan kekuatan militer terhadap Korut,” tutur Putin di hadapan ratusan pejabat, pimpinan delegasi, dan pakar dari berbagai negara serta para petinggi PBB.

Dia juga menyebutkan bahwa Yaman dan Afghanistan juga terusik akibat dampak aneka peristiwa yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, dan pada tahun 2014 Barat, terutama AS, menyokong upaya penggulingan pemerintah Ukraina.

Mengenai keruhnya hubungan Rusia dengan AS dia mengatakan, “Kerjasama Moskow-Washington berada di titik terendah pasca Perang Dingin, dan dalam beberapa tahun terakhir ini kerjasama yang sudah terbentuk selama beberapa dekade telah rusak.”

Sementara itu, dalam jumpa pers di sela-sela sidang itu Putin menyatakan Rusia tidak membela Presiden Suriah Bashar al-Assad secara pribadi, melainkan membela terutama lembaga-lembaga negara Suriah.

“Kami membela terutama lembaga-lembaga negara Suriah, dan bukan Presiden al-Assad. Kami tidak ingin di Suriah terbentuk situasi yang menyerupai apa yang terjadi di Libya, atau Somalia, atau Afghanistan, yaitu negara-negara yang sudah sekian tahun ditempati oleh NATO namun tidak mengalami perubahan kepada keadaan yang lebih baik,” ungkapnya ketika ditanya mengenai peran Suriah di tengah krisis Suriah.

Dia menambahkan, “Kita tidak boleh lupa bahwa seandainya di sana tidak ada campurtangan dari luar maka sekarang  tidak terjadi situasi seperti ini dan perang saudara yang kita saksikan sekarang.” (mm/irna/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL