konferensi pers putinMoskow, LiputanIslam.com –   Presiden Rusia Vladimir Putin kembali mengingatkan bahwa serangan pasukan udara Turki terhadap jet bomber Su-24 Rusia pada 24 November lalu merupakan aksi permusuhan terhadap Rusia.  Dia juga bersumbar bahwa Rusia sampai sekarang belum memulai perang di Suriah.

Sebagaimana dilaporkan Alalam, dalam konferensi pers tahunannya di Moskow, Kamis (17/12), dia menyayangkan sikap Turki karena segera setelah kejadian itu Ankara bukannya segera menghubungi Moskow, tapi malah menghubungi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) sehingga menyulitkan posisi negara-negara sekutu Turki.

Dia menyebutkan adanya penambahan pasukan Rusia di Suriah dan penyebaran sistem pertahanan udara supermutakhir  S-400  dan Buk di Suriah, kemudian mengingatkan otoritas Turki supaya jangan coba-coba melanggar wilayah udara Suriah.

Putin juga mengingatkan lagi adanya proyek besar penyelundupan minyak dari berbagai kawasan Suriah yang dikuasai ISIS.

“Rekrutmen para teroris baru ISIS dilakukan demi mempertahankan proyek-proyek minyak ilegal,” katanya.

Mengenai suksesi di Suriah, dia mengatakan sikap negaranya tetap teguh menolak pemaksaan kehendak terhadap rakyat Suriah terkait dengan siapa yang harus memerintah di negara ini ataupun di negara lain. Dalam hal ini Rusia berpendirian bahwa penyelesaian krisis Suriah harus dapat memuaskan semua pihak, disiapkan konstitusi baru, dan disediakan semua sarana untuk penyelenggaraan pemilu.

Mengenai keberadaan pasukannya di Suriah dia mengatakan Rusia sebenarnya tidak memerlukan pangkalan yang permanen di Suriah karena Rusia dapat menembakkan rudal jarak menengahnya ke sasaran manapun yang dikehendakinya di Suriah.

Dia juga bersumbar bahwa Rusia sampai sekarang belum memulai perang di Suriah. Menurutnya, apa yang dilakukan tentara Rusia selama ini di Suriah hanyalah operasi-operasi militer terbatas dan tidak menimbulkan beban pada anggaran nasional Rusia.

“Dana operasi militer kami di Suriah dipenuhi dengan alokasi dana latihan militer,” tuturnya.

Dia kemudian memastikan bahwa Rusia sudah cukup berhasil menyatukan sepak terjang pasukan Suriah dan sebagian kelompok oposisi bersenjata dalam perang melawan kelompok teroris ISIS. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL