putin2Moskow, LiputanIslam.com –   Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut keberhasilan pasukan pemerintah Suriah merebut kembali Aleppo timur sebagai “langkah yang sangat penting” menuju penuntasan konflik Suriah serta pengembangan pangkalan laut Rusia di Tartus.

“Pembebasan Aleppo dari para ekstrimis merupakan langkah yang sangat penting menuju pulihnya keadaan di Suriah – saya berharap juga di kawasan secara keseluruhan-…  Operasi ini sudah selesai, terutama pada tahap-tahapnya yang terakhir dengan partisipasi dan pengaruh langsung – agar saya tidak menyebutnya tuntas- pasukan kita,” ujar Putin dalam pertemuan Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoygu, Jumat (23/12/2016).

Dia menambahkan, “Kita harus melakukan segala sesuatu supaya perang berhenti di semua wilayah Suriah.  Dalam segala keadaan, inilah yang kita upayakan tercapai.”

Seperti diketahui, Kamis malam (22/12/2016), tentara Suriah mengumumkan keberhasilannya merebut kembali secara total kota Aleppo timur dari cengkraman pemberontak dan teroris. Keberhasilannya yang tercapai dengan bantuan Rusia dan Iran ini menjadi kemenangan terbesar pasukan Suriah dalam perang yang memorak porandakan negara ini sejak 2011. (Baca: Suriah Umumkan Pembebasan Aleppo, Rakyat Bersuka Ria)

Dalam konferensi pers menjelang akhir tahun di hari yang sama, Putin mengungkapkan harapannya agar dilakukan lagi perundingan damai untuk mendorong semua pihak agar bersepakat untuk menerapkan gencatan senjata di semua wilayah Suriah.

“Langkah selanjutnya, harus dicapai kesepakatan gencatan senjata di semua wilayah Suriah,” tuturnya.

Dia juga menegaskan bahwa para pemimpin Iran, Turki dan Suriah bersepakat untuk terlibat dalam perundingan damai baru gagasan Rusia yang akan diselengarakan di Astana, ibu kota kazakhstan.

Menurutnya, proses evakuasi militan dan sipil dari Aleppo timur tidak akan rampung tanpa bantuan Rusia, Iran dan Turki serta iktikad baik Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Mengenai serangan teror yang menewaskan Dubes Rusia untuk Turki  Andrei Karlov, di Ankara, ibu kota Turki, Putin menilai  serangan ini sebagai upaya untuk merusuhkan hubungan Turki dengan Rusia.

Mengenai kemelut terorisme di Irak, dia mengatakan kecil sekali kemungkinan Rusia akan campur tangan di Negeri 1001 Malam tersebut. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL