putin_02102013NewYork, LiputanIslam.com – Presiden Rusia Vladimir menegaskan bahwa mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam perangnya melawan terorisme merupakan satu-satunya jalan dalam upaya meredakan perang di Suriah.

Situs al-Mayadeen yang berbasis di Lebanon, Jumat (26/9) melaporkan bahwa pernyataan itu dilontarkan Putin dalam wawancara dengan Stasiun TV CBS, Amerika Serikat, bersamaan dengan pesatnya perkembangan pergerakan militer Rusia dan kesiapannya untuk menggempur posisi-posisi gerombolan teroris ISIS, demikian pula perkembangan proses politik yang dikemudikan Moskow untuk mengatasi krisis Suriah melalui kanal politik.

“Tak ada solusi bagi krisis Suriah kecuali dengan memperkuat anatomi pemerintahan (Suriah),” katanya.

Dia menambahkan, “Saya kira, semua tindakan yang dituangkan ke arah ini… yang ditujukan untuk menghancurkan pemerintah Suriah hanya akan menimbulkan kondisi yang telah kita saksikan di negara-negara di kawasan, atau di kawasan-kawasan lain, seperti Libya di mana semua institusi resmi sudah hancur…dan kita menyaksikan kondisi serupa di Irak. Tak ada solusi bagi krisis Suriah kecuali memperkuat konstalasi pemerintahan dan membantunya dalam perang melawan teroris.”

Menurut data dan informasi yang diperoleh al-Mayadeen, jet-jet tempur Rusia, entah bersama Amerika Serikat (AS) atau tidak, sudah siap untuk memulai serangan udara terhadap posisi-posisi ISIS setelah melakukan latihan-latihan terbang di angkasa Suriah.

Sementara itu, menurut laporan TV Jerman Bloomberg, Presiden Putih siap menginstruksikan serangan udara secara sepihak terhadap ISIS di Suriah apabila Washington menolak gagasan Moskow supaya mengordinasikan upaya kedua negara serta bekerjasama dengan Iran dan tentara Suriah.

Sejauh ini, kebijakan Rusia tersebut telah diterapkan di lapangan dengan penggunaan pesawat nirawak Rusia untuk pertama kalinya oleh tentara Suriah untuk membombardir posisi-posisi ISIS. Selain itu, bulan depan tentara Rusia juga akan menggelar latihan tempur di bagian timur Laut Tengah yang tentu akan menjadi pesan jelas mengenai kesungguhan iktikad Rusia terkait Suriah.

Sementara itu, kantor berita Rusia Ria Novosti melansir laporan-laporan bahwa insiatif Rusia menggalang koordinasi militer Rusia, Iran dan tentara Suriah di satu sisi serta koalisi pimpinan AS di sisi lain akan menjadi topik utama pembicaraan Presiden Putin dalam lawatannya ke New York, AS, untuk menghadiri sidang Majelis Umum PBB, serta pertemuan Putin dengan sejawatnya di AS, Barack Obama.

Perkembangan di jalur militer disebutkan akan berjalan bersamaan dengan upaya-upaya di jalur politik. Rusia yang berusaha memperdekat pandangan antara kelompok oposisi dan negara-negara pendukungnya di satu pihak dan pemerintah Suriah di pihak lain sejauh ini sudah memperlihatkan pengaruhnya; negara-negara Barat kini tak lagi ngotot dengan retorikanya mengenai keharusan Bashar al-Assad mundur dari kursi kepresidenan Suriah. Perkembangan ini tak pelak menjadi pendahuluan bagi proses pencapaian solusi politik. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL