Sochi, LiputanIslam.com –  Presiden Rusia Vladimir Putin menilai Amerika Serikat (AS) menanggung “sebagian tanggungjawab” atas kasus hilangnya jurnalis dan kritikus Arab Saudi Jamal Khashoggi. Dia juga menyatakan pihaknya akan masuk surga jika sampai terjadi perang nuklir kemudian terbunuh.

“Sepengetahuanku, jurnalis yang hilang itu tinggal di AS, dan ini tentu berarti bahwa AS menanggung sebagian tanggungjawab atas apa yang terjadi padanya,” ujar Putin di forum pakar internasional di kota Sochi, Rusia, Kamis (18/10/2018).

Mengenai Saudi dia mengatakan Moskow “tak dapat merusak hubungannya” dengan Riyadh selagi “kita tidak mengetahui apa yang terjadi sesungguhnya.”

Khashoggi ramai dikabarkan hilang setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu. Para pejabat Turki memastikan dia tewas di dalam Konsulat, namun pemerintah Saudi membantahnya.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo di hari yang sama menyatakan negaranya akan memberikan kesempatan “beberapa hari tambahan” kepada Saudi untuk mengajukan penjelasan mengenai hilangnya Khashoggi.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Putin juga mengingatkan soal bahaya perang nuklir dengan memastikan Negeri Beruang Merah tidak akan pernah menggunakan senjata nuklir kecuali sebagai pembalasan.

“Kami tidak memiliki konsep serangan pre-emptif… Dalam situasi seperti itu, kami berekspektasi akan diserang oleh senjata nuklir, tetapi kami tidak akan menggunakannya (sebagai pihak pertama),” katanya.

“Agresor harus memahami bahwa pembalasan tak akan terhindarkan, bahwa akan dihancurkan dan bahwa kita, sebagai korban agresi, sebagai martir, akan pergi ke surga. Mereka hanya akan mati karena mereka bahkan tidak punya waktu untuk bertobat,” lanjut Putin.

Rusia tahun lalu meluncurkan senjata baru “tak terkalahkan” yang membuat sistem pertahanan rudal Barat menjadi usang. (mm/raialyoum/ndtv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*