Damaskus, LiputanIslam.com –   Pusat Rusia untuk Rekonsiliasi Suriah menyatakan kesiapannya mengaturkan relokasi secara aman kaum militan dan keluarga mereka dari Ghouta Timur di dekat Damaskus, ibu kota Suriah.

Namun, pusat yang berbasis di pangkalan militer Hmeimim, Suriah, ini melaporkan bahwa kawanan bersenjata yang terdiri atas pemberontak dan teroris itu belakangan ini semakin meningkatkan serangan mortirnya ke kota Damaskus dan jalur evakuasi warga sipil dari Ghota Timur.

“Jabhat al-Nusra bahkan menyerang konvoi kemanusiaan yang bergerak menuju Douma, tapi tidak jatuh korban di antara para petugas misi kemanusiaan,” ungkap pusat tersebut dalam statemennya, seperti dikutip Al-Alam, Senin (5/3/2018).

Sumber kepolisian Damaskus menyatakan bahwa di kota ini terdapat kerusakan materi akibat jatuhnya tiga mortir teroris di kawasan Bab Touma, sementara tiga mortir lain yang ditembakkan oleh kawanan teroris juga jatuh ke kawasan sekitar Harasta, provinsi Damaskus.

Kelompok-kelompok teroris yang berafiliasi dengan Jabhat al-Nusra tersebar di sejumlah distrik Ghouta Timur, provinsi Damaskus, dan kerap melancarkan serangan mortir ke daerah-daerah permukiman kota Damaskus dan sekitarnya sehingga tentara Suriah belakangan ini melancarkan operasi militer besar-besaran untuk menumpas mereka dan memulihkan keamanan di Ghouta Timur.

Al-Alam melaporkan bahwa dalam gerak maju terbarunya tentara Suriah berhasil merebut kembali area pertanian al-Muhammadiyah di kedalaman wilayah Ghouta Timur.

Berbagai sumber menyebutkan bahwa tentara Suriah dan sekutunya sejauh ini telah menguasai 40% wilayah Ghouta Timur, sementara tentara Suriah di poros barat sudah mendekati rekan mereka di poros timur sejarak 2 kilometer, dan jika mereka berhasil bertemu satu sama lain maka peta kekuasaan di Ghouta Timur terbelah menjadi dua bagian.  (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*