Beirut, LiputanIslam.com –  Sedikitnya 20 orang meninggal dunia, enam di antaranya anak kecil, terkena serangan pasukan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS) di beberapa kawasan yang dikuasai kelompok teroris ISIS di Suriah timur pada Senin (17/4/2017). Demikian dilaporkan lembaga Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR), Selasa (18/4/2017). Bersamaan dengan ini Human Right Wacth (HRW) menyatakan dalam peristiwa lain AS telah menyerang masjid meskipun di dalamnya tidak ada teroris hingga menyebabkan puluhan orang tewas.

Lembaga yang berbasis di London, Inggris, ini merinci korban tewas 13 warga sipil, termasuk lima anak kecil, pada Senin malam akibat serangan pasukan koalisi di kota Abu Kamal, provinsi Deir el-Zor, Suriah timur. Serangan ini juga menewaskan tiga anggota ISIS berkewarganegaraan Irak.

SOHR menambahkan bahwa di hari yang sama pasukan koalisi juga membom beberapa kawasan lain, termasuk desa al-Husayniya di bagian barat provinsi Deir el-Zor, mengakibat tujuh warga sipil tewas, satu di antaranya anak kecil.

ISIS menguasai provinsi tersebut, kecuali ibu kota dan pangkalan udara militernya yang juga menggunakan nama yang sama, sejak 2014.

Pasukan koalisi sering kali membantah telah menyerang warga sipil, namun bulan lalu mereka mengakui bahwa sebanyak 220 warga sipil terbunuh sejak pasukan ini memulai serangan udara di Irak dan Suriah. Para pengamat memastikan jumlah korban sipil akibat serangan pasukan koalisi lebih besar daripada angka tersebut.

Sementara itu, Human Right Watch (HRW), Selasa, menyatakan pasukan koalisi internasional tidak mengambil “langkah hati-hati yang memadai” untuk menghindari jatuhnya korban sipil hingga sebanyak 20 warga sipil terbunuh akibat serangan mereka pada 16 Maret lalu terhadap Masjid Umar bin Khattab di desa al-Jinah, provinsi Idlib, Suriah utara, ketika masjid itu sedang dipenuhi jamaah.

SOHR menyatakan bahwa dalam serangan ke desa al-Jinah itu korban sipil yang tewas bahkan mencapai 49 orang, dan lebih dari 100 lainnya luka-luka.

HRW dalam laporannya yang bersandar pada hasil wawancara telefon dengan 14 orang saksi mata menyatakan AS menyerang mesjid padahal tak ada indikasi apapun yang menunjukkan keberadaan para teroris di dalam masjid yang saat itu dipenuhi jamaah dalam sebuah acara pengajian menjelang shalat tersebut.  (mm/rayalyoum/afp)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL