demo palestinaBaitulMaqdis, LiputanIslam.com – Puluhan ribu massa Palestina menggelar unjuk rasa protes terhadap Israel di jalan-jalan kota lama Baitul Maqdis (Jerussalem) usai shalat Jumat di Masjid al-Aqsa, Jumat (19/12).

Sebagaimana dilaporkan kantor berita Palestina, Maan, pihak pengurus Masjid al-Aqsa mengatakan bahwa jumlah jamaah shalat Jumat itu mencapai 60,000 orang yang sebagian di antaranya datang dari bebeberapa kota dan daerah di Tepi Barat.

Usai shalat Jumat mereka menggelar unjuk rasa mengecam upaya kaum Zionis menguasai Masjid al-Aqsa. Mereka juga menuntut supaya Rezim Zionis Israel mengindahkan hak warga Palestina beribadah di masjid ini tanpa ketentuan dan syarat apapun.

Sesuai kesepakatan tahun 1967 setelah kaum Zionis menduduki Baitul Maqdis, hanya warga Muslim saja yang diperbolehkan masuk ke Masjid al-Aqsa, sedangkan umat Yahudi hanya dapat beribadah di lokasi depan “Dinding Barat” atau yang lebih terkenal dengan sebutan “Dinding Ratapan” yang letaknya bersebelahan dengan Masjid al-Aqsa.

Dalam beberapa bulan terakhir ini para ekstrimis Yahudi yang sejak dulu menginginkan penghancuran Masjid al-Aqsa untuk diganti dengan kuil Yahudi telah berulang kali melanggar ketentuan tersebut serta dibiarkan dan bahkan didukung oleh pasukan Israel.

Belakangan juga muncul gagasan di parlemen Israel, Knesset, untuk membagi jam kunjung ke Masjid al-Aqsa, sebagian untuk umat Muslim dan sebagian lain untuk umat Yahudi. Selain itu, untuk pertama kalinya sejak 1967 dan pendudukan Baitul Maqdis, belakangan Israel juga pernah menutup semua pintu masuk ke Masjid al-Aqsa dan melarang umat Islam masuk ke dalam masjid yang merupakan tempat suci ketiga bagi umat Islam sedunia tersebut.

Semua tindakan kaum Yahudi Zionis itu tak pelak membangkitkan kemarahan umat Islam Palestina sehingga terjadi bentrok dan ketegangan di Baitul Maqdis yang sejauh ini telah menjatuhkan beberapa korban tewas dari kedua pihak.

Masjid al-Aqsa terletak di kota Baitul Maqdis Timur yang diduduki Israel sejak 1967.

Sementara itu, Maan juga melaporkan bahwa seorang warga permukiman Zionis telah menembaki warga Palestina yang sedang menggelar unjuk rasa damai di desa al-Masarah dekat kota Bethlehem, Tepi Barat. Namun demikian, insiden ini tidak sampai menjatuhkan korban jiwa.

Tak lama setelah aksi penembakan itu, pasukan Zionis membubarkan para pengunjuk rasa dengan menembakkan gas air mata.

Di kawasan tersebut setiap usai shalat Jumat selalu terjadi unjuk rasa yang digelar oleh warga setempat untuk memrotes pendudukan Zionis dan perampasan beberapa hektar tanah warga Palestina oleh Israel untuk pembangunan dinding pemisah. Unjuk rasa itu berjalan konsisten seminggu sekali usai shalat Jumat sejak tahun 2006. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL