bahrain unjuk rasaManama, LiputanIslam.com – Bahrain kembali dilanda unjuk rasa akbar. Situs al-Wefaq milik oposisi Bahrain menyebutkan bahwa meskipun terdapat ancaman resmi dan pemerintah menyebar aparat dan peralatan militernya di sepanjang jalan menuju tempat unjuk rasa, sebanyak puluhan ribu rakyat Bahrain berpartisipasi dalam unjuk rasa akbar yang diserukan oleh kelompok oposisi di Jalan al-Badi’ di bagian barat Manama, ibu kota Bahrain, pada Jumat sore (26/12).

Dalam aksi itu massa yang terdiri atas kaum laki-laki dan perempuan, meneriakkan slogan-slogan yang menegaskan kontinyuitas gerakan untuk rakyat yang menuntut demokrasi dan menolak diktatorisme. Mereka juga menyatakan pemilu yang diselenggarakan rezim Bahrain beberapa waktu lalu gagal karena diboikot oleh mayoritas rakyat Bahrain. Menurut mereka, pemilu itu adalah dagelan, formalitas belaka, dan tidak merepresentasikan rakyat, baik di parlemen maupun di pemerintahan.

Para pengunjuk rasa menggelar aksi longmarch dari bundaran al-Shakhurah di sebelah timur hingga bundaran Sar di bagian barat. Seperti terlihat dalam foto-foto yang dipublikasikan di situs al-Wefaq, massa memenuhi jalan sambil mengibarkan bendera merah putih Bahrain serta membentangkan spanduk dan poster-poster bertuliskan pernyataan berbahasa bahasa Arab dan Inggris antara lain; “Pemilu kalian gagal, tidak akan tercantikkan oleh kosmetik apapun di dunia”, “Otoritas Bahrain tidak sah, rakyat akan melanjutkan perjuangan demi kebebasan.”

Unjuk rasa ini berlangsung walaupun rezim Bahrain sejak beberapa pekan lalu mengumumkan larangan unjuk rasa dalam bentuk apapun, termasuk unjuk rasa damai. Selain itu, polisi Bahrain juga menekan rakyatnya dengan melakukan aksi penangkapan.

Massa pengunjuk rasa menuntut pembentukan pemerintahan yang sah dan berlandaskan prinsip kerakyatan, pembentukan parlemen yang sah di mana para anggotanya dipilih oleh rakyat berdasarkan mekanisme yang adil dan fair, penyelenggaraan pemerintahan dan pengadilan yang sehat dan independen, serta penegakan keamanan yang melindungi hak seluruh rakyat.

Aksi protes anti rezim al-Khalifah melanda Bahrain sejak tahun 2011 dan disikapi rezim ini dengan represi hingga menjatuhkan sedikitnya puluhan korban jiwa. Selain itu, ratusan aktivis, beberapa di antaranya perempuan, ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL