Army tanks are deployed during clashes in AdenSanaa, LiputanIslam.com – Tentara Yaman dan komite-komite rakyat yang terafiliasi dengan Ansarullah (Houthi) dikabarkan telah menimpakan banyak korban dan kerugian berat pada milisi Yaman pro Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) di kota Aden di bagian selatan Yaman.

“Pasukan gagah berani angkatan bersenjata dan pasukan perlawanan rakyat telah mencetak kemenangan-kemenangan cemerlang di Aden dan berhasil membinasakan banyak anggota al-Qaeda dan para antek Saudi,” ungkap seorang pejabat militer Yaman, Minggu (26/7), sebagaimana dilansir kantor berita resmi Yaman, Saba.

Dia menjelaskan, “Dalam beberapa operasi, tentara dan pasukan rakyat berhasil menggagalkan upaya para antek Saudi dan pasukan al-Qaeda untuk bergerak maju kawasan Dar al-Said, al-Waht, al-Arish dan Beer Ahmad, dan menghancurkan beberapa mesin perang mereka.”

Dia menambahkan, “Pasukan perlawanan rakyat dan angkatan bersenjata telah menggempur beberapa rumah yang pernah ditinggali oleh mantan ketua badan keamanan dan beberapa menteri presiden pelarian, mengakibatkan tujuh antek Saudi tewas.”

Menurutnya, puluhan perwira UEA dan para pendukung mereka juga terbunuh akibat serangan tentara dan pasukan rakyat Yaman terhadap kamar operasi militer para perwira UEA di Aden, kemudian jenazah mereka dilarikan secara sembunyi-sembunyi melalui jalur laut.

Pejabat yang tak disebutkan namanya itu juga mengatakan bahwa di gedung olah raga Dar al-Said tak kurang dari 40 teroris al-Qaeda dan milisi pro Saudi terbunuh dan puluhan lainnya luka-luka. Selain itu, sebanyak 29 unit kendaraan mereka hancur.

Sementara itu, pemimpin gerakan Ansarullah (Houthi) Abdel Malik al-Houthi menolak gencatan senjata kemanusiaan yang diklaim Arab Saudi dan menilainya sebagai kesempatan bagi Saudi untuk memperbarui kekuatannnya.

Seperti dilaporkan AFP, Minggu (26/7), sebuah akun medsos yang mengatasnamakan al-Houthi dengan jumlah follower 16.000 akun menyebutkan: “Saya menolak gencatan senjata demikian karena justru hendak digunakan sebagai kesempatan memobilisasi kekuatan untuk serangan secara lebih masif.”

Menurut AFP, gencatan senjata sudah diumumkan oleh Saudi, namun jet-jet tempurnya ternyata masih dikerahkan pada Sabtu pertengahan malam lalu, dan pada dini hari Minggu melancarkan serangan ke beberapa kawasan di sekitar Sanaa, ibu kota Yaman.

Saudi dan beberapa negara sekutu Arabnya menebar maut melalui serangan udara di Yaman sejak beberapa bulan lalu dengan tujuan menumpas Ansarullah yang telah menggerakkan revolusi terhadap pemerintahan presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi yang bersekutu dengan Saudi.

Bulan suci Ramadhan lalu gencatan senjata juga diumumkan, namun jet-jet tempur Saudi tetap menebar bom di berbagai kawasan Yaman.
Sebagian laporan menyebutkan bahwa serangan Saudi di Yaman sejauh ini telah menewaskan lebih dari 4000 orang, melukai ribuan lainnya, dan menyebabkan ratusan ribu orang mengungsi.

Laporan lain dari Reuters menyebutkan telah terjadi ledakan di sebuah jalan yang sedang dilintasi bus di kawasan Dar Salam di selatan Sanaa mengakibatkan tiga orang penumpang tewas. Tak ada laporan lebih lanjut tentang ini.

Selain diserang Saudi dan sekutunya, Yaman juga mendapat serangan dari kelompok teroris al-Qaeda dan ISIS. Sejauh ini ISIS telah beberapa kali melancarkan serangan bom di depan masjid-masjid dan pangkalan-pangkalan milisi Ansarullah, mengakibatkan puluhan orang terbunuh.

Sementara itu, situs berita Alahed memberitakan pasukan rakyat Yaman telah menggempur delapan mobil militer Saudi di provinsi Lahij hingga jatuh beberapa korban tewas dan luka di pihak tentara Saudi .

Di provinsi yang sama, serangan tentara Yaman dan pasukan rakyat yang terafiliasi dengan Ansarullah juga menewaskan beberapa anggota teroris al-Qaeda dan para pendukung Saudi serta menghancurkan satu mobil mereka. Sebuah pangkalan militer di kawasan Dahran di bagian selatan Saudi juga digempur pasukan Yaman. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL