syria-surenderDamaskus, LiputanIslam.com – Aksi penyerahan diri gerilyawan pemberontak Suriah masih terus berlanjut bersamaan dengan eskalasi gelombang operasi penumpasan pemberontak dan ekstrimis yang dilancarkan oleh tentara Suriah di berbagai kawasan.

antor berita resmi Suriah, SANA, melaporkan 56 gerilyawan telah meletakkan senjata dan menyerahkan diri kepada tentara Suriah di kota al-Zabadani dan Kanakir, Rif Damaskus. Sebuah sumber kepolisian setempat menyebutkan kepada SANA bahwa 39 gerilyawan dari kota al-Zabadani dan 17 gerilyawan dari distrik telah dibebaskan dari tuntutan di hadapan Komisi Rekonsiliasi Nasional setelah mereka berjanji untuk tidak melakukan lagi tindakan yang dapat mengacaukan keamanan negara.

Disebutkan pula bahwa total jumlah gerilyawan bersenjata yang telah menyerahkan diri sejak awal bulan April ini mencapai 254 orang, beberapa di antaranya adalah tentara desersi. Sedangkan gerilyawan yang menyerahkan diri pada Maret lalu berjumlah lebih dari 500 orang.

Rabu lalu, 115 gerilyawan juga telah menyerahkan diri. Mereka berasal dari beberapa desa dan kota kecil, yaitu Khashab, Tranjeh, Mashara, Khan Arnabeh, al-Baath and Nab’ia al-Sakher.

Sementara itu, Duta Besar (Dubes) Suriah untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Bashar al-Jakfari Kamis (24/4/2014) menyerahkan kepada PBB daftar nama 300 gerilyawan asing yang tewas dalam pertempuran di Suriah. Ratusan gerilyawan itu sebagian besar berkewarganegaraan Arab Saudi.

Al-Jakfari mengatakan negaranya tidak sedang berperang melawan oposisi melainkan melawan kelompok-kelompok bayaran asing. Dalam hal ini dia juga menyinggung pengakuan sejumlah negara Barat, termasuk Inggris dan Perancis, mengenai keterlibatan banyak warga negara mereka dalam perang di Suriah.

Dubes Suriah di PBB juga mengecam tindakan Amerika Serikat (AS) menyuplai gerilyawan dengan roket anti tank serta rencana Washington mengirim lagi kepada mereka roket anti pesawat udara. Menurut al-Jakfari, senjata-senjata itu masuk ke Suriah melalui wilayah Turki dan Jordania dengan suplai dana dari pemerintah Qatar dan Arab Saudi.

Bersamaan dengan ini, mengutip keterangan pejabat kordinator Kebijakan Kontra-Terorisme Inggris, Helen Ball, Daily Telegraft Kamis (24/4/2014) melaporkan bahwa sekitar 700 warga Inggris ikut serta dalam perang di Suriah.

Ball mengatakan, “Inggris tidak dapat mencegah keperbian warganya ke Suriah.” Namun dia mengaku pihaknya akan menangkap warga Inggris yang diketahui terlibat dalam perang Suriah jika mereka kembali ke Inggris, walaupun di Suriah mereka bergabung dengan milisi Front Kebebasan Suriah (FSA) yang didukung oleh Barat.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Inggris Theresa May menyatakan telah mencabut kewarganegaraan warganya yang ke ikut serta dalam perang Suriah, dan dengan demikian mereka tidak diperkenankan kembali ke Inggris. (mm/sana/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL