Syrian_Reconciliation_FlagHoms, LiputanIslam.com – Ratusan militan di kota lama Homs telah menyerahkan senjata kepada tentara Suriah (SAA), dan dengan pelaksanaan rekonsiliasi nasional di 14 kawasan provinsi Quneitra bendera Suriah telah dikibarkan di belasan kawasan tersebut.

Menurut laporan FNA Sabtu (4/5/2014), hal tersebut dikemukakan Ketua Komisi Pusat Rekonsiliasi Nasional Suriah Syekh Jaber bin Issa dalam wawancara dengan harian al-Watan terbitan Suriah.

Dia menjelaskan bahwa militan di beberapa desa dan area pertanian kawasan Naba al-Sakhar, provinsi Quneitra, telah kembali kepada aktivitas normal mereka setelah menyerahkan senjata kepada SAA, dan dalam dua hari sebelumnya ratusan militan lain juga telah melakukan hal yang sama.

Jaber bin Issa menambahkan bahwa rekonsialisi nasional yang dilaksanakan di kota al-Tel di utara Damaskus sehingga bendera Suriah juga berkibar lagi di kota tersebut, sementara upaya pembebasan semua sandera di distrik Adra masih berlanjut.

Menurut dia, Komisi Pusat Rekonsiliasi Nasional Suriah juga masih mengupayakan pelaksanaan rekonsialisi di distrik al-Rahiba di utara Damaskus. Dia mengatakan bahwa sepak terjang komisi ini dalam dua hari terakhir telah membuahkan hasil, termasuk penyerahan senjata oleh 230 militan di kota lama Homs.

Dia juga menyebutkan upaya komisi ini di kawasan al-Quriah, provinsi Deir al-Zour, berhasil mendorong kesiapan sejumlah besar militan untuk ikut menyerahkan senjata kepada SAA.

Sumber lain menyebutkan bahwa kesepakatan gencatan senjata di kota lama Homs terus dilanjutkan demi meraih kesepakatan final. Beberapa sumber di lapangan menegaskan bahwa area dialog dan perundingan telah diperluas lagi sehingga meliputi wilayah al-Dar al-Kabira.

Beberapa laporan terbaru menyebutkan para komandan kelompok-kelompok bersenjata meminta bergabung dengan sebagian kelompok pasukan pertahanan nasional dan rakyat Suriah serta berharap supaya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengawasi proses dialog dan negosiasi yang sedang berlangsung.

Gubernur Homs Talal al-Barazi mengatakan, “Perundingan dengan berbagai kelompok bersenjata mengenai pengosongan kota lama Homs sudah melewati tahap-tahap akhir, dan kini sedang dilakukan perundingan untuk menyempurnakan pasal-pasal kesepakatan yang hasilnya ialah kesediaan kelompok-kelompok militan untuk meletakkan senjata dan menyerahkan diri kepada tentara Suriah.”

Sambil menekankan bahwa perundingan sedang berjalan serius, al-Barazi menambahkan, “Meski demikian, terlihat masih ada beberapa kendala logistik menyangkut pelaksanaan pasal-pasal kesepakatan yang sebabnya antara lain ialah adanya berbagai kelompok bersenjata yang berbeda di dalam kota, walaupun 80 persen kelompok menghendaki peletakan senjata dan penyerahan diri dan hanya kelompok Front al-Nusra yang menentang kehendak ini.”

Sumber-sumber di lapangan menyatakan dalam jangka waktu 48 jam ke depan kesepakatan mengenai pasal-pasal itu akan tercapai, dan setelah disepakati nanti tentara Suriah akan mengirim armada sebanyak 30 unit bus kepada kaum militan yang ingin keluar dan meninggalkan Homs menuju al-Dar al-Kabira atau Talbisah di bawah pengawasan Palang Merah Suriah. (mm/fna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL