nasrallah-turki al-dakhil

Hassan Nasrallah dan Turki al-Dakhil

London, LiputanIslam.com –  Upaya Channel al-Arabiya untuk menjatuhkan reputasi Sekjen Hizbullah Hassan Nasrallah melalui penayangan film dokumenter ternyata kontraproduktif karena justru mengangkat nama baik pemimpin gerakan pejuang Islam Lebanon tersebut.Rai al-Youm Selasa (23/2) melaporkan bahwa akibat tayangan itu, Al-Arabiya yang merupakan media corong Arab Saudi mendapat kecaman dari para pembenci Hizbullah, dan Turki al-Dkahilpun lantas dipecat dari jabatannya sebagai general manejer al-Arabiya dan digantikan oleh pemimpin redaksi Asharq al-Awsat Salman Al-DossaryAdalah rezim Arab Saudi pihak yang paling dibuat kebakaran jenggot oleh film dokumenter tersebut. Sebab, film yang ditayangkan dengan maksud mengungkap “fakta-fakta rahasia” Nasrallah itu justru mengangkat citra dan popularitas Nasrallah.

Khalid Jayyousi  wartawan Arab asal Yordania dalam artikelnya di Rai al-Youm mengatakan, “Semula saya tidak mengenal Nasrallah sehingga tak bersimpati kepadanya. Tapi setelah menyaksikan film dokumentar yang ditayangkan al-Arabiya saya menjadi bersimpati kepadanya.  Bukan karena program ini telah sepenuhnya menampilkan citra positif Nasrallah, melainkan karena sedemikian gencar media meributkan soal dirinya, sementara media dan sejarah memang selalu berbicara tentang para tokoh yang sangat berpengaruh.”

Dia juga mengisahkan, “Ketika film dokumenter itu ditayangkan, saya duduk menonton dengan penuh penasaran dan menantikan apa yang telah disebutkan dalam iklan program ini, yaitu ‘kejahatan dan sejarah kelam Hassan dan Hizbullah serta tabir rahasia mereka.’ Nyatanya, para simpatisan Hizbullah jadi tertawa sedangkan musuh Nasrallah menangis. Sebab, film dokumenter berdurasi setengah jam itu merupakan koleksi pidato-pidato cerdas Nasrallah yang sudah pernah dilihat dan didengar oleh semua orang.”

Menurut Jayyousi, dalam film dokumenter itu penyanyi perempuan terkenal Lebanon Haifa Wehbe juga ditayangkan untuk berkomentar tentang Nasrallah, tapi ternyata komentarnya justru menunjukkan betapa kalangan selebritis yang umumnya hidup dengan dunia keartisannya sendiri tak peduli urusan perang melawan Israel ternyata ikut berdecak kagum atas keberanian Nasrallah dalam melawan monster Israel, dan ini tak ubahnya dengan “medali penghargaan yang disematkan ke dada setiap orang yang membaktikan hidupnya untuk perjuangan (melawan Israel)”.

“Menurutku, al-Arabiya terjerumus ke dalam perbuatan buruknya sendiri, terperosok ke dalam lumpur mesin-mesin media penebar kedustaan, penyesatan, distorsi, dan sektarianisme. Sihir telah berubah menjadi senjata makan tuan,” ungkapnya.  (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL