yaman mansur hadiSanaa, LiputanIslam.com – Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi menyatakan mundur. Demikian dilaporkan Reuters berdasarkan keterangan seorang pejabat yang dekat dengan Perdana Menteri Yaman Khaled Bahah.

Pejabat tersebut tidak memberikan keterangan lebih detail, dan belum ada keterangan resmi tentang ini.

Beberapa media menyebutkan bahwa dalam surat pengunduran diri Mansur hadi  disebutkan bahwa dia merasa sudah tak sanggup lagi memikirkan upaya untuk mengatasi situasi yang ada di Yaman dewasa ini.

Ketua Parlemen Yaman menolak pengunduruan diri itu dan meminta para anggota menggelar sidang pada hari ini, Jumat (23/1/2015), untuk membahas masalah ini.

Sementara itu, seorang petinggi Ansarullah, Abu Malik Yusuf al-Qaishi, dalam pesan Twitternya menyambut baik mundurnya Presiden Yaman dan menyebutnya sebagai sesuatu yang menyenangkan bagi rakyat. Dia meminta supaya dibentuk sebuah dewan kepresidenan yang melibat semua elemen politik dan revolusi.

Situasi keamanan di Sanaa, ibu kota Yaman memulih setelah sekian hari diwarnai kontak senjata antara milisi Ansarullah dan Garda Kepresidenan Yaman, sementara kendali kota ini tetap ada tangan milisi yang juga lazim disebut kelompok Syiah al-Houthi itu.

AFP melaporkan bahwa situasi di Sanaa terus membaik. Sebagian besar toko mulai dibuka lagi pada Kamis (23/1/2015), dan aktivitas penduduk mulai terlihat normal, walaupun di depan Universitas Sanaa terdapat ratusan massa berunjuk rasa protes terhadap ketegangan dan konflik yang tak kunjung reda di negara ini.

Menurut AFP, Ansarullah masih tetap mengendalikan situasi Sanaa pasca kontak senjata sengit mereka dengan Garda Kepresidenan menyusul pengepungan mereka terhadap istana presiden, yang menewaskan 35 orang dan melukai 94 lainnya.

Kedua pihak mencapai kesepakatan yang terdiri atas sembilan pasal. Sesuai kesepakatan ini, Ansarullah harus menarik milisinya dari kawasan sekitar istana presiden yang terletak di bagian barat Sanaa, demikian pula dari tempat kediaman Perdana Menteri Yaman yang terletak di pusat kota Sanaa. Selain itu Ansarullah juga harus melepaskan kekuasaannya atas kantor perdana menteri Yaman.

Di pihak lain, Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi sepakat untuk mengamandemen undang-undang dasar agar semua kelompok yang selama ini berada dalam posisi marginal dilibatkan secara adil di semua lembaga dan institusi politik dan pemerintahan.

Kontak senjata tersebut pecah setelah Ansarullah menemukan dokumen yang menunjukkan adanya rencana kudeta sehingga Ansarullah segera mengepung istana presiden dan menangkap kepala staf kantor kepresidenan. Setelah kesepakatan tersebut dicapai, Ansarullah juga akan membebaskan pejabat istana tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*