yaman mansur hadiSanaa, LiputanIslam.com – Salah seorang penasehat Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi menyatakan bahwa Presiden hadi berniat akan menarik surat pengunduran dirinya.

Pejabat Yaman yang tak disebutkan namanya itu Ahad (25/1/2015) mengatakan kepada kantor berita Xinhua bahwa surat itu akan ditarik karena adanya upaya serius dari Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jamal bin Umar, dan para wakil dari berbagai partai politik negara ini untuk meredakan gejolak situasi di Sanaa yang terjadi belakangan.

Presiden Hadi memiliki enam penasehat yang semuanya adalah anggota dewan pengambil keputusan Yaman, satu di antaranya berasal dari gerakan Ansarullah atau kelompok Syiah al-Houthi.

Juru bicara pemerintah Yaman mengatakan kepada Xinhua bahwa sejauh ini belum ada pengumuman resmi mengenai keputusan Presiden Hadi. Juru bicara yang juga meminta namanya tidak disebutkan itu menjelaskan bahwa dewasa ini sedang dilakukan upaya dari dalam dan luar negeri supaya Presiden Hadi menarik surat pengunduran dirinya.

Kamis malam lalu (22/1/2015) Presiden Hadi mengajukan surat pengunduran dirinya kepada parlemen Yaman menyusul kebuntuan negosiasinya dengan Ansarullah yang mengendalikan situasi Sanaa, ibu kota Yaman. Dalam surat itu dia mengaku sudah tak berdaya mengendalikan keadaan sehingga merasa lebih baik mengundurkan diri.

Di hari yang sama, Perdana Menteri Yaman, Khaled Bahah, serta kabinetnya juga mengajukan surat pengunduran diri kepada Presiden Hadi.

Kantor berita resmi Yaman, Saba, melaporkan bahwa parlemen menunda sidang darurat yang dijadwalkan untuk membahas surat pemngunduran diri Presiden. Penundaan dilakukan dengan alasan demi memberitahukan kepada semua anggota supaya menghadiri sidang tersebut.

Situasi Yaman dalam beberapa hari terakhir kian meradang. Milisi Ansarullah berkonsentrasi di sekitar Istana Kepresiden Yaman di Sanaa dan sempat terjadi kontak senjata dengan Garda Kepresidenan hingga menjatuhkan beberapa korban tewas dan luka.

Perselisihan meruncing antara lain karena Presiden Hadi dan para pejabat tinggi Yaman lainnya bersikukuh untuk memecah Yaman menjadi beberapa negara bagian, dan hal ini dinilai tidak sesuai dengan kesepakatan sebelumnya pemerintah Yaman dengan partai-partai politik.
Sementara itu, enam orang anggota Ansarullah tewas dan beberapa orang lainnya luka-luka akibat ledakan bom mobil di Sanaa, Minggu kemarin.
Gejolak situasi di Yaman tak kunjung reda sejak pemerintahan Ali Abdullah Saleh terguling pada tahun 2011. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*