NewYork, LiputanIslam.com –  Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan penerapan resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB terkait dengan Israel.

Dalam pidatonya pada sidang Majelis Umum PBB di New York, AS, Selasa (24/9/2019), Erdogan menyoal, “Jika resolusi PBB dan Dewan Keamanan terkait dengan Israel tidak diterapkan lantas apa gunanya organisasi ini? Jika kita melalui keputusan-keputusan yang telah kita ambil ternyata tidak berpengaruh lantas di mana keadialan akan bermanifestasi?”

Erdogan mengimbau PBB agar menyokong rakyat Palestina lebih dari sekedar janji belaka.

“Saya bertanya-tanya di mana Israel, tanah-tanah mana saja yang tercakup Israel. Di mana Israel pada tahun 1947, di mana ia pada tahun 1979 dan tahun 1967, dan  di mana pula ia sekarang?” imbuhnya.

Erdogan lantas menunjukkan peta kawasan Palestina sembari mengatakan, “Pada tahun 1947 tidak ada sesuatu bernama Israel. Kawasan itu secara total adalah Palestina. Setelah pemecahan dilakukan di tahun yang sama maka mulailah Palestina menyempit, sedangkan Israel mengalami perluasan sampai tahun 1967.”

Baca: Exit Poll: PM Netanyahu Kemungkinan Akan Hengkang dari Tampuk Kekuasaan

Menurut Erdogan, Palestina sekarang “nyaris tidak ada”, karena semua kawasan sudah menjadi Israel.

“Tapi apakah Israel sudah puas? Tidak, ia justru berusaha merebut kawasan yang tersisa,” ungkapnya.

Dia kemudian menekankan bahwa sikap Turki mengenai kota Quds (Yerussalem) sudah jelas dan menekankan keharusan pendirian negara Palestina merdeka dengan wilayah yang setara dengan Israel sesuai perbatasan tahun 1967 dengan ibu kota Quds Timur. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*