turki erdoganAnkara, LiputanIslam.com – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan bahwa tidak ada agama yang bernama Sunni maupun Syiah, melainkan “hanya ada satu agama yang bernama Islam”.

Sebagaimana dimuat beberapa situs Arab, termasuk Masralarabia, Mesir, dan al-Khabar, Yaman, pernyataan itu dikemukakan Erdogan dalam kegiatan Pekan Maulid Nabi saw tahun 2015 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan dan Tourisme bekerjasama dengan Badan Kepresidenan Urusan Keamanan di Istanbul, Turki, Minggu (12/4/2015).

Seruan persatuan Islam itu juga dia lontarkan di tengah merebaknya isu Sunnah-Syiah dalam perang Yaman, meskipun konflik di negara ini murni bermotif politik.

Erdogan juga mengaku pihaknya berusaha memberantas kelompok-kelompok yang menjadikan mazhab sebagai agamanya.

Dia menyinggung kebengisan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Dia mengatakan, kerusakan dan angkara murka yang dilakukan komplotan takfiri itu terlampau sulit untuk dapat dilakukan oleh umat Islam, termasuk terhadap musuh-musuh umat Islam sekalipun.

“Apa yang dilakukan ISIS telah melampaui semua batas dan termasuk apa yang diupayakan musuh. Tindakan-tindakan mereka tidak membawa maslahat bagi Islam, dan malah benar-benar sebaliknya; sangat merugikan Islam dan berdampak negatif terhadapnya,” tandasnya.

Erdogan menegaskan bahwa sektarianisme telah menyebabkan umat Islam terpecah belah.

“Umat Islam di Irak, Yaman, Suriah dan Palestina membunuh sesama muslim tanpa rasa belas kasih,” tegasnya.

Dia juga menyebutkan bahwa ada kelompok-kelompok yang menjadikan mazhab tertentu sebagai agama untuk membunuh pihak-pihak lain. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL