syria Assad_flagDamaskus, LiputanIslam.com – Presiden Suriah Bashar al-Assad memberi amnesti kepada ratusan tahanan. Kelompok Pengawas HAM Suriah Jumat kemarin (6/6/2014) melaporkan sebanyak 320 tahanan telah dibebaskan dari Pusat Penjara Aleppo Kamis lalu.

LSM yang berbasis di London, Inggris, ini menambahkan bahwa pemerintah Suriah juga masih akan membebaskan 480 tahanan lainnya dari penjara Adra di provinsi Damaskus. Menurut lembaga ini, semua tahanan di penjara Adra itu adalah orang-orang yang ditahan dengan dakwaan terlibat aksi teror.

Berbagai laporan menyebutkan bahwa hampir 18,000 orang mendekam dalam penjara di Suriah. Dari jumlah itu sebanyak 3,500 orang berada di Pusat Penjara Aleppo yang pernah mendapat beberapa kali serangan oleh militan yang ingin menguasainya sejak April tahun lalu.

Rabu lalu Bashar al-Assad diumumkan sebagai pemenang pemilu presiden dengan perolehan suara sebanyak 88.7 persen. Pengumuman ini segera disusul dengan pesta kembang api di berbagai kota. Masyarakat turun ke jalan-jalan dan bersuka ria atas kemenangan al-Assad atas dua saingannya dalam pemilu, yaitu anggota parlemen Maher al-Hajjar dan pengusaha Hassan al-Nouri.

Delegasi internasional yang mengawasi jalannya pemilu merilis statemen yang menyatakan bahwa pemilu itu berlangsung demokratis dan transparan.

Suriah dilanda perang dan terorisme akibat pemberontakan yang pecah sejak Maret 2011. Krisis ini menyebabkan lebih dari 160,000 orang tewas dan jutaan lainnya mengungsi untuk menghindari kekerasan.

Pemerintah Suriah sempat terdesak dan kesulitan mengendalikan aksi pemberontakan dan teror, namun dalam beberapa bulan terakhir berhasil meraih kemajuan pesat hingga menguasai penuh 80 persen wilayah Suriah serta menyelenggarakan pemilu yang diikuti oleh sekitar 95 persen penduduk yang berhak pilih.

Banyak laporan menyebutkan kubu pemberontak dan kelompok-kelompok ekstrimis di Suriah mendapatkan dukungan dana, logistik dan senjata dari sejumlah negara Barat dan beberapa negara sekutu mereka di Timur Tengah, khususnya Qatar, Arab Saudi dan Turki. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL