Moskow, LiputanIslam.com –  Presiden Rusia Vladimir Putin menyerukan agar perjanjian nuklir Iran dipertahankan, dan berharap agar tidak terjadi eskalasi ketegangan setelah Amerika Serikat (AS) keluar dari perjanjian yang diberi nama Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) ini.

Dalam kata sambutannya pada pertemuan dengan para dubes Rusia di Moskow, Kamis (19/7/2018), Putin menyebut JCPOA sebagai dokumen penting dalam kerangka upaya non-proliferasi nuklir.

Dia juga menyinggung perkembangan situasi Suriah dengan mengatakan bahwa terorisme global telah menerima pukulan telak di Suriah, sementara perjanjian Astana dan hasil Konferensi Sochi telah merintis proses politik yang kongkret untuk Suriah.

Mengenai hasil pertemuan puncaknya dengan Presiden AS Donald Trump di Helsinki, Finlandia, Putin mengatakan ada pihak AS yang berusaha meremehkan pertemuan ini.

“Tapi hubungan dengan Washington berjalan positif. Orang yang meremehkan pertemuan puncak dengan Trump ini berbohong dan berusaha menampilkan AS dengan citra yang menyalahi realitas,” katanya.

Dia menambahkan, “Ada sebagian pihak di Washington yang mengorbankan kesefahaman antara kedua negara demi merealisasikan kepentingan sempit mereka.”

Putin dan Trump telah membicarakan berbagai isu politik dan ekonomi internasional serta posisi Rusia di tengah perkembangan situasi internasional. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*