Damaskus, LiputanIslam.com – Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyatakan bahwa terpilihnya kembali Bashar al-Assad sebagai presiden Suriah merupakan “hitungan mundur” bagi keluarnya Suriah dari krisis melalui “pembasmian teroris” yang telah berjalan intensif selama lebih dari tiga tahun. Demikian dinyatakan oleh kantor kepresidenan Suriah Rabu (25/6/2014), sebagaimana diberitakan al-Alam

Dalam surat bertuliskan tangan untuk Presiden Suriah Bashar al-Assad Presiden Mahmoud Abbas juga menyebut keterpilihan Assad sebagai wujud persatuan bangsa Suriah. Dalam surat yang fotonya tersiar di jejaring sosial Facebook itu Abbas mengatakan kepada Assad, “Kami meyakini bahwa keterpilihan Anda, wahai sang pemimpin, sebagai presiden Republik Arab Suriah merupakan pemelihara bagi persatuan dan kehormatan Suriah, sekaligus merupakan hitungan mundur bagi keluarnya Suriah dari krisis melalui pembasmian teroris.”

Abbas juga mengaku berharap Suriah dapat meraih segala kemajuan, ketentraman dan kesuksesan di bawah kepemimpin Bashar al-Assad.
Sejak dilanda krisis pemberontakan dan terorisme mulai tahun 2011 sampai sekarang, hubungan Palestina dengan Suriah sempat dingin akibat keterpengaruhan Palestina oleh sejumlah negara Teluk Persia pendukung pemberontakan Suriah. Namun belakangan Palestina kembali menunjukkan iktikad baiknya kepada Damaskus yang pernah sekian lama menjadi basis perjuangan Palestina, menyusul kemenangan pasukan pemerintah Suriah atas pemberontak dan kawanan teroris bersenjata dan setelah adanya inisiatif pemerintah Arab Saudi untuk memperbaiki hubungannya dengan Republik Islam Iran. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL