Palestinian authority President Mahmoud AbbasRamallah, LiputanIslam.com – Presiden Palestina Mahmoud Abbas menentang keras rancangan undang-undang (RUU) Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk memproklamasikan tanah pendudukan Palestina sebagai negeri dan tanah tumpah darah bangsa Yahudi. Abbas menilainya sebagai kendala besar bagi proses perdamaian Palestina-Israel, dan ditentang bahkan oleh banyak kalangan di Israel sendiri.

“Draf ini ditentang keras di dalam pemerintahan dan parlemen Israel sendiri, demikian pula oleh warga Israel,” kata Abbas dalam wawancara dengan Raya FM, Selasa (25/11).
Pemerintahan Netanyahu Ahad lalu (23/11) mengesahkan RUU “Negara Yahudi” dan menyatakan akan mengajukan RUU ini kepada parlemen Israel, Knesset, untuk mendapat pengesahan final.

Pihak Palestina memastikan bahwa UU ini sangat rasial dan menyudutkan warga etnis Arab di Israel (wilayah pendudukan Palestina tahun 1948) yang jumlahnya mencapai lebih dari satu juta jiwa. Selain itu, UU juga itu memberangus kemungkinan para pengungsi Palestina untuk kembali ke kampung halaman dan tanah leluhur mereka.

Menyinggung intensitas penistaan kaum Zionis Israel akhir-akhir terhadap Masjid al-Aqsa, Abbas memastikan bahwa bangsa Palestina akan mengerahkan segenap kemampuannya untuk membela tempat suci ketiga umat Islam ini.

“Sebagaimana kami tidak ingin mengusik siapapun, kami juga tidak akan menerima siapapun mengganggu warga kami dan menistakan kesucian Islam, Kristen dan Yahudi,” ungkapnya.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa meskipun Netanyahu sudah bersusah payah sejak beberapa waktu lalu demi pengesahan RUU tersebut di Knesset, namun sehari menjelang pelimpahan RUU kepada Knesset pada hari Rabu (25/11) dia mengambil langkah mundur dan menunda penyerahan RUU.

Sebagian anggota pemerintahan koalisi Netanyahu mengingatkan bahwa kebersikerasannya untuk mengusung RUU itu ke Knesset dapat meruntuhkan pemerintahan koalisi, dan mengharuskan penyelenggaraan pemilu parlemen sebelum waktunya demi pembentukan pemerintahan baru Israel. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL