Kairo, LiputanIslam.com – Setelah sekian lama bungkam Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi akhirnya angkat bicara mengecam pemindahan Kedubes Amerika Serikat (AS) untuk Israel dari Tel Aviv ke al-Quds (Yerussalem), dan menyebutnya memicu instabilitas regional.

Dalam konferensi pemuda di Kairo, ibu kota Mesir, yang ditayangkan di televisi, Kamis (17/5//2018), dia mengatakan, “Kami telah mengatakan bahwa hal ini akan menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap opini publik Arab dan Islam, akan menyebabkan suatu ketidak puasa dan instabilitas akibat tindakan ini, dan akan menimbulkan dampak (negatif) terhadap persoalan Palestina.”

Dia menambahkan, “Saya berharap kepada orang-orang Israel untuk mengerti bahwa reaksi orang-orang Palestina dalam masalah ini sah dan hendaknya diperlakukan dengan komitmen menjaga jiwa orang-orang Palestina.”

El-Sisi juga telah menghubungi Raja Abdullah II dari Yordania via telefon untuk membicarakan perkembangan situasi Palestina dan kawasan Timteng secara umum. Keduanya sepakat mengenai keharusan optimalisasi upaya kolektif untuk mencapai solusi diplomatik bagi krisis yang ada demi memulihkan keamanan dan stabilitas regional.

Seperti diketahui, AS telah memindah Kedubesnya untuk Israel dari Tel Aviv ke Al-Quds pada Senin lalu setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan mengakui al-Quds sebagai ibu kota Israel.

Dalam unjuk rasa protes atas pemindahan Kedubes AS itu sebanyak lebih dari 60 orang Palestina gugur dan lebih dari 3000 lainnya luka ditembak pasukan Zionis Israel di wilayah perbatasan Jalur Gaza-Israel pada Senin hingga Selasa lalu. (mm/rayalyoum/alahram)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL