Hassan-RouhaniTeheran, LiputanIslam.com – Presiden Iran Hassan Rouhani dalam sebuah rapat kabinetnya kembali mengutuk serangan terhadap Kedutaan Besar (Kedubes) di Teheran dan Konsulat Arab Saudi di Masyhad, Iran, dan meminta kepada otoritas pengadilan negara ini supaya segera menyelidiki kasus tersebut.

Rouhani juga menyayangkan lemahnya kinerja aparat keamanan dalam mengantisipasi insiden tersebut. Karena itu dia meminta kepada Kementerian Dalam Negeri supaya “menindak tegas para oknum yang berperan atau lalai dalam insiden ini.

Rouhani menyebut para penyerang diplomat sebagai “penjahat, baik dilakukan akibat kebodohan maupun akibat komunikasinya.”

“Serangan terhadap mereka (para diplomat) bertentangan dengan undang-undang dan hukum syariat, menyalahi sistem pemerintahan Iran, dan tak ada bedanya dengan serangan terhadap rumah orang lain,” tegas Rouhani, seperti dilansir Alalam, Rabu (6/1).

Dia menambahkan bahwa serangan seperti itu di negara manapun, tak terkecuali Iran, jelas salah dan keji.

“Serangan itu bertolak belakang dengan budaya Islam dan kearifan lokal bangsa Iran,” ujarnya.

Seperti pernah diberitakan, beberapa orang tak dikenal Sabtu malam pekan lalu (2/1/2016) telah menyerang dan melemparkan bom molotov ke Kedubes Saudi di Teheran dalam peristiwa unjuk rasa protes hukuman mati ulama Syiah Saudi Syeikh Nimr Baqir al-Nimr oleh otoritas Saudi.

Jaksa Teheran Abbas Jafari Dolatabadi mengatakan bahwa puluhan orang sudah diketahui identitasnya dan diringkus petugas untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. (Baca: Bertindak Anarkis Terhadap Kedubes Saudi di Teheran, 40 Demonstran Ditangkap) (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL